Bukan FIFA Series, Ini Tantangan Terbesar John Herdman Usai Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Pengamat sepak bola Weshley Hutagalung menilai John Herdman memiliki posisi yang berbeda dibandingkan pelatih-pelatih yang pernah menangani Timnas Indonesia.
Menurut Weshley, dari sisi rekam jejak atau track record, Herdman jelas berada jauh di atas Patrick Kluivert yang sempat menukangi Timnas Indonesia pada periode Januari hingga Oktober 2025.
“Apakah Herdman merupakan pilihan yang tepat untuk sepak bola Indonesia? Jawaban itu tentu dikembalikan kepada federasi yang telah menunjuk Herdman,” ujar Weshley kepada Kompas.com, Sabtu (3/1/2026).
Ia menyebut, penunjukan Herdman pasti didasari berbagai pertimbangan serta hasil pemantauan terhadap perjalanan karier sang pelatih.
Namun, kecocokan gaya melatih dan karakter permainan Herdman dengan kebutuhan Timnas Indonesia tetap perlu dibuktikan.
Menurut Weshley, pembuktian tersebut menjadi tanggung jawab Direktur Teknik PSSI, Badan Tim Nasional, serta pihak-pihak di federasi yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
PR Besar John Herdman
Weshley menyampaikan, Herdman punya tantangan yang tidak mudah setelah ditunjuk PSSI karena waktu yang dimilikinya sangat terbatas untuk mengobati kekecewaan publik setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Herdman dituntut bergerak cepat membentuk tim kepelatihan yang memahami karakter sepak bola Indonesia.
Akurasi dan kedalaman informasi yang ia peroleh mengenai sepak bola nasional akan berperan penting dalam proses pemulihan tim nasional di tengah situasi penuh tekanan.
Weshley menilai, tantangan terdekat Herdman bukanlah laga FIFA Series pada Maret 2026.
Waktu yang singkat dinilai belum cukup bagi pelatih baru untuk memberikan sentuhan signifikan tanpa didukung rangkaian laga uji coba.
Ujian sesungguhnya bagi Herdman justru berada di Piala AFF 2026.
Turnamen Asia Tenggara yang belum pernah dimenangi Indonesia itu dinilai menjadi momentum ideal untuk menurunkan kekuatan terbaik Tim Garuda.
Pada Piala AFF yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, publik Indonesia akan menanti seperti apa identitas permainan Timnas Indonesia di bawah asuhan Herdman.
Upaya memadukan pemain diaspora dan pemain lokal, sekaligus membangun fondasi serta karakter tim dalam waktu singkat, akan menguji kapasitas Herdman sebagaimana yang pernah ia lakukan saat menangani tim nasional putra dan putri Kanada.
Weshley berharap, dinamika dan polemik di tubuh federasi tak lagi mendominasi pemberitaan sepak bola nasional.
Dengan begtu, publik dapat fokus menyaksikan progres positif Timnas Indonesia bersama pelatih barunya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang