Tabir Kematian Sekeluarga di Warakas Segera Dibuka karena Polisi Lakukan Ini

Lokasi 1 keluarga tewas di Warakas
Lokasi 1 keluarga tewas di Warakas

Misteri kematian satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, segera memasuki fase krusial. Polda Metro Jaya bersiap menggelar perkara untuk menentukan arah penanganan kasus yang menewaskan seorang ibu dan dua anaknya.

Langkah tersebut diambil setelah serangkaian penyelidikan dilakukan sejak ketiga korban ditemukan tak bernyawa di dalam rumah kontrakan. Gelar perkara ini akan menjadi penentu kepastian hukum dari tragedi yang mengguncang warga setempat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, memastikan gelar perkara akan melibatkan sejumlah unsur teknis.

"Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara akan melaksanakan gelar perkara bersama Labfor (laboratorium forensik) dan Dokfor (kedokteran forensik)," ujar Budi kepada wartawan, Kamis, 15 Januari 2026.

Dalam forum tersebut, polisi akan mengupas secara menyeluruh berbagai temuan penting yang telah dikumpulkan. Mulai dari hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan medis, hingga uji laboratorium yang dilakukan terhadap para korban.

"(Gelar perkara) Untuk membahas temuan fakta di TKP, hasil otopsi, dan hasil uji laboratoris, guna menyimpulkan penyebab kematian para korban," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, geger di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumah mereka, Jumat, 2 Januari 2026.

Dari empat anggota keluarga, tiga diantaranya meninggal dunia, sementara satu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit (RS) untuk mendapat perawatan. Penemuan tragis ini pertama kali viral di media sosial melalui akun Twitter/X @wongdalang, yang membagikan kronologi awal kejadian.

Petugas kepolisian pun langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban. "Ditemukan Meninggal Dunia 1 keluarga di Warakas Gg 10 dari 4 org, 3 org MD 1 org di bawa k RS.. saat dlm penanganan Polsek TG Priok," demikian dikutip dari akun tersebut.

Adapun ketiga korban tersebut masing-masing yakni, Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13). Sementara satu anggota keluarga lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (22), berhasil selamat dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.