Tragedi Demo Agustus Kelabu, Keluarga Ojol yang Tewas Kini Cari Nafkah dengan Cara...
Keluarga almarhum Rusdamdiansyah atau Dandi, pengemudi ojek online (ojol), yang meninggal dunia saat demonstrasi berujung kerusuhan pada 29 Agustus 2025 atau Agustus Kelabu, kini mulai menjalani aktivitas baru.
Keluarga itu mengelola sebuah kios digital di Perumahan Grand Sulawesi, Romang Lompoa, Kabupaten Gowa. Ibu almarhum, Saerah, mengatakan kepergian putranya masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Meski demikian, keberadaan kios tersebut membantu keluarga tetap beraktivitas sekaligus menopang kebutuhan ekonomi sehari-hari.
“Kami masih berproses menerima keadaan ini. Kios ini setidaknya membantu kami tetap memiliki kegiatan dan penghasilan,” kata Saerah, Jumat, 23 Januari 2026.
Saerah menyebut, usaha yang dikelola keluarga tersebut melayani berbagai kebutuhan digital warga sekitar dan menjadi sumber penghasilan keluarga setelah kepergian Dandi.
“Melayani pembelian pulsa dan transaksi layanan digital lainnya,“ ujarnya.
Sementara itu, Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan, menyampaikan bahwa program GrabKios merupakan bagian dari pendampingan yang diberikan perusahaan kepada keluarga mitra pengemudi yang terdampak.
Hal itu disampaikan Anthony saat mengunjungi keluarga almarhum beberapa waktu lalu. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan dukungan lanjutan bagi keluarga mitra yang terdampak peristiwa tersebut.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan bagi keluarga mitra pengemudi yang terdampak,” ucap Anthony Tan.
Kios digital yang kini dikelola keluarga Dandi, menjadi sarana usaha sekaligus penopang ekonomi keluarga di tengah upaya mereka menata kembali kehidupan pascakehilangan.
Diketahui, Dandi berpulang pada Jumat, 29 Agustus 2025 akibat tewas diduga dikeroyok massa gara-gara dituding sebagai anggota intelijen saat aksi demonstrasi di depan kampus Universitas Bosowa, Kota Makassar.