Sosok Prada Y, Prajurit TNI yang Diduga Terlibat Pembunuhan Perempuan di Baubau

Baubau, Sosok Prada Y, Prajurit TNI yang Diduga Terlibat Pembunuhan Perempuan di Baubau, Awal Penemuan Jasad Korban, Sosok Prada Y dan Riwayat Penugasannya, Hubungan Korban dan Terduga Pelaku, Kasus Dilimpahkan ke Polisi Militer, TNI Tegaskan Bersikap Terbuka

Kasus dugaan pembunuhan seorang ibu tunggal berinisial WK (23) di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyeret nama dua oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Salah satunya adalah Prada Y (19), prajurit yang baru beberapa bulan bertugas di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 823 Raja Wakaaka.

Jasad WK ditemukan dalam kondisi mengenaskan di bawah Jembatan Permandian Kogawuna, Jalan Lingkar Bungi–Sorawolio, Kelurahan Lakologou, Kota Baubau, Minggu (21/12/2025) sore.

Korban ditemukan telanjang, dengan luka sayatan di leher, luka akibat benda tumpul di kepala, serta luka bakar di hampir seluruh tubuhnya.

Awal Penemuan Jasad Korban

Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Rino Asnan, menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial MA (43).

“Awalnya saksi duduk di jembatan dan melihat sekumpulan biawak di sekitar tempat kejadian perkara. Setelah didekati, ternyata biawak tersebut memakan korban,” ujar Rino, Senin (22/12/2025).

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membusuk. Polisi memperkirakan peristiwa pembunuhan terjadi beberapa hari sebelum jasad ditemukan.

Aparat kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

Di sekitar lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian dalam korban yang terbakar serta botol bekas berisi sisa bahan bakar minyak. Jasad korban selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Baubau untuk keperluan visum.

Hasil visum sementara menunjukkan adanya luka sobek di leher akibat benda tajam, luka di kepala akibat benturan benda tumpul, serta luka bakar di seluruh tubuh korban.

Sosok Prada Y dan Riwayat Penugasannya

Berdasarkan penelusuran, Prada Y merupakan anggota TNI yang baru menyelesaikan pendidikan militernya dan dinyatakan lulus pada pertengahan tahun 2025.

Prajurit muda asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu kemudian langsung mendapat penugasan di Yonif TP 823 Raja Wakaaka pada Juli 2025.

Batalyon Yonif TP 823 Raja Wakaaka sendiri diresmikan dalam upacara penyerahan satuan yang digelar pada 16 Juli 2025 di Lapangan Lembah Hijau, Kota Baubau. Pada awalnya, satuan ini menempati Gedung Pancasila dan Rumah Sakit di Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio.

Namun, sejak sekitar sebulan terakhir, markas Yonif TP 823 Raja Wakaaka dipindahkan ke Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio. Lokasi markas baru tersebut berjarak sekitar 12 kilometer dari lokasi sebelumnya.

Selain Prada Y, satu oknum TNI lain yang juga diduga terlibat dalam kasus ini adalah Prada Z (19), rekan satuan yang bertugas di batalyon yang sama.

Hubungan Korban dan Terduga Pelaku

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa Prada Y memiliki hubungan asmara dengan korban WK. Hubungan keduanya bermula dari perkenalan melalui dunia maya, sebelum berkembang menjadi hubungan pacaran.

Bahkan, pada November 2025, Prada Y disebut telah diperkenalkan kepada keluarga korban dalam sebuah acara keluarga. Hubungan tersebut juga diketahui oleh para tetangga korban.

“Ia (korban) kenalkan di keluarga bulan November kemarin, ada acara keluarga, pesta,” ungkap saudara korban, WOS, Selasa (23/12/2025).

Tak lama setelah pertemuan dengan keluarga korban tersebut, WK justru ditemukan tewas secara mengenaskan di bawah Jembatan Permandian Kogawuna.

Diketahui pula bahwa WK merupakan seorang ibu tunggal yang memiliki dua anak.

Kasus Dilimpahkan ke Polisi Militer

Karena melibatkan dua oknum anggota TNI, penanganan kasus ini akhirnya dilimpahkan ke Polisi Militer (POM) atau Subdenpom Baubau untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Komandan Infanteri Brigade Teritorial Pembangunan (Danbrigif TP) 29 Mekongga, Kolonel Inf Afriandy Bayu Laksono, membenarkan keterlibatan dua anggotanya tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kami membenarkan bahwa yang terlibat adalah satuan dari 823 di bawah Brigade TP 29, inisial Y dan inisial Z,” kata Afriandy saat ditemui di Markas Subdenpom Baubau, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, saat ini Prada Y dan Prada Z telah ditahan di Subdenpom Baubau. Penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan mendalami peran masing-masing terduga pelaku.

“Saat ini proses hukum sedang berjalan, dari tahap penyelidikan dan penyidikan. Bukti-bukti sedang dikumpulkan. Sementara Prada Y dan Prada Z dalam penahanan Subdenpom Baubau,” ujarnya.

TNI Tegaskan Bersikap Terbuka

Afriandy menegaskan bahwa institusi TNI bersikap terbuka dan tidak akan menutup-nutupi penanganan kasus dugaan pembunuhan tersebut.

“Kami di sini terbuka, semuanya bisa melihat prosesnya. Tidak ada yang ditutupi. Apabila nanti terbukti dan masuk tahap penyidikan serta menjadi tersangka, kami sesuaikan dengan hukum yang berlaku,” kata Afriandy.

Ia juga memastikan bahwa perkembangan penanganan perkara akan disampaikan kepada publik sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

“Tidak ada berita-berita yang kami tutupi. Semuanya akan kami sampaikan sesuai kapasitasnya masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, pihak TNI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kota Baubau, atas insiden yang melibatkan oknum anggotanya tersebut.

“Kami juga memohon maaf kepada masyarakat Kota Baubau serta akan bertanggung jawab,” tegas Afriandy saat ditemui di Kantor POM Kota Baubau, Selasa (23/12/2025) sore.

foto terduga pelaku pun sempat beredar di media sosial. Namun, pihak TNI meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyidikan resmi yang saat ini masih berlangsung.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunnewsSultra.com dengan judul Sosok Prada Y Pacar Wanita Korban Pembunuhan di Baubau, Baru Lulus TNI, Gabung Yonif TP 823/Wakaaka

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang