Baru 2 Bulan Jadi Prajurit TNI AD, Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Senior

Jasad Prada Lucky tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Jasad Prada Lucky tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)

  Isak tangis pecah saat peti jenazah Prada Lucky Chepil Saputra Namo tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (7/8/2025). Prada Lucky, prajurit TNI AD yang baru dua bulan dilantik, diduga tewas akibat penganiayaan sadis yang dilakukan para seniornya di Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere, Nagekeo.

Prajurit Muda TNI AD Prada Lucky Tewas Penuh Luka Lebam

Prajurit Muda TNI AD Prada Lucky Tewas Penuh Luka Lebam

Jenazah Lucky diterbangkan dari Bandara Ende, Flores, dalam peti yang dibalut bendera merah putih. Di kargo bandara, keluarga tak kuasa menahan tangis, termasuk sang ibu, Septiana Paulina Merpey, yang terus meratapi kematian anak keduanya itu.

Lucky baru saja resmi menjadi Tamtama TNI AD pada Juni 2025. Namun, impian masa depannya terhenti tragis pada Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 14.00 WITA. Luka lebam akibat dugaan penganiayaan ditemukan di sekujur tubuhnya.

Ayah korban, Sersan Mayor (Serma) Cristian Namo, yang juga anggota aktif TNI AD, mengecam keras perbuatan para pelaku.

"Para pelaku dan yang ikut melakukan penganiayaan anaknya harus dijatuhi hukuman berat berupa hukuman mati dan pemecatan," tegasnya.

Cristian mengaku ikhlas bila anaknya gugur di medan tempur, namun tidak dengan cara seperti ini.

"Saya tuntut keadilan seadil-adilnya, ini menyangkut nyawa orang lain, nyawa anaknya jangan main-main dengan saya," ucapnya dengan nada geram.

Lucky adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Serma Cristian Namo dan Ibi Spriana Paulina Merpey. Sebagai prajurit muda, ia dikenal bersemangat menjalani tugas. Kini, kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, sekaligus memunculkan tuntutan agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku dihukum seberat-beratnya. (Frits Floris/tvOne/Kupang)