Michael Sianipar Minta Futsal Tak Dibandingkan dengan Timnas Indonesia Sepak Bola

Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Sianipar
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Sianipar

 Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Sianipar memilih mengambil jarak dari narasi perbandingan antara Timnas futsal dan Timnas Indonesia (sepakbola). Ia menegaskan pencapaian futsal tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dengan dukungan PSSI.

Sepanjang 2025, futsal Indonesia memang mencatatkan capaian bersejarah. Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto sukses merebut medali emas SEA Games 2025 usai menaklukkan Thailand dengan skor telak 6-1 di Nonthaburi Stadium. Itu menjadi emas pertama futsal Indonesia di ajang SEA Games sekaligus memutus dominasi Thailand di Asia Tenggara.

Di saat bersamaan, sepak bola nasional justru menghadapi periode sulit. Timnas U-23 gagal menjuarai Piala AFF U-23 2025 dan tak mampu lolos ke Piala Asia U-23 2026. Timnas senior juga gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di putaran keempat. Rentetan hasil tersebut memicu perbandingan yang kian ramai di ruang digital.

Menanggapi kondisi itu, Michael menegaskan pihaknya tidak ingin futsal dijadikan alat pembanding dengan sepak bola, apalagi dengan PSSI sebagai federasi induk.

“Saya juga harus sampaikan apa adanya, saya sangat menghormati Pak Erick Thohir. Saya melihat ada yang mungkin mengait-ngaitkannya dengan hal-hal tertentu, tapi saya harus sampaikan bahwa saya melihat Pak Erick sebagai mentor saya,” ujar Michael di Jakarta, Senin 22 Desember 2025. 

Ia menekankan, sebagai bagian dari PSSI, futsal justru banyak mendapat dukungan struktural dan relasi kelembagaan yang membantu pengembangan tim nasional.

“Selain sebagai Ketua Umum PSSI, di mana futsal juga berada di bawah PSSI, dalam banyak hal kami juga mendapatkan dukungan. Dari PSSI kami mendapat hubungan dengan pemerintah, dan itu yang menambah semangat kami,” lanjutnya.

Michael juga menyebut keberhasilan di SEA Games tidak lepas dari perhatian langsung Erick Thohir, termasuk komunikasi menjelang laga final. Menurutnya, medali emas tersebut dipandang sebagai fondasi penting menuju Piala Asia Futsal 2026.

“Jujur sebelum final kemarin, saya dikontak oleh beliau, Pak ET. Beliau bertanya soal kesiapan, saya jelaskan dan beliau memberi motivasi agar kami bisa memberikan yang terbaik, karena kemenangan emas, ini kata-kata Pak ET, bukan saya, akan membantu kesiapan menuju AFC,” ucap Michael.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan sikap FFI di tengah wacana publik. Michael mengaku tidak nyaman melihat futsal dan sepak bola dipertentangkan, terlebih keduanya berada dalam satu ekosistem yang sama.

“Saya bicara apa adanya. Saya tidak mau ikut-ikutan. Saya tahu kalau bicara hal-hal seperti ini rasanya jadi agak sedih, tapi perlu saya tegaskan bahwa itu adalah bentuk hubungan yang saya rasakan langsung,” katanya.

Di akhir, Michael meminta publik memberi ruang yang adil bagi setiap cabang olahraga untuk bertumbuh sesuai konteks dan tantangannya masing-masing, tanpa harus saling meniadakan.