Bukan Cuma Prestasi, Ini Alasan Bung Harpa Nilai John Herdman Paling Realistis untuk Timnas Indonesia
Pengamat sepak bola Haris Pardede atau yang akrab disapa Bung Harpa menilai John Herdman sebagai sosok paling masuk akal untuk menukangi Timnas Indonesia. Menurutnya, pertimbangan memilih pelatih tak hanya soal prestasi, tetapi juga harus melihat faktor realistis lainnya.
“John Hartman pelatih yang membawa Kanada lolos Piala Dunia. Dari segi budget juga kelihatannya lebih masuk akal, terus dari segi availability juga yang bersangkutan sedang available,” ujar Bung Harpa saat menghadiri malam penghargaan insan olahraga Indonesia, “Santini JMTV Awards 2025”, yang digelar di Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025 malam.
Bung Harpa kemudian membandingkan situasi Herdman dengan Giovanni van Bronckhorst, nama lain yang ramai dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Indonesia. Saat ini, Van Bronckhorst diketahui masih menjadi asisten pelatih Arne Slot di Liverpool.
Giovanni van Bronckhorst
“Giovanni, saya sempat ngobrol juga dengan salah seorang keluarga dekatnya, ya statusnya seperti yang kita ketahui masih dalam asisten pelatih Liverpool, Arne Slot kan,” lanjutnya.
Menurut Bung Harpa, kondisi tersebut berpengaruh pada besaran kontrak yang harus disiapkan PSSI. “Jadi ya secara rate juga mungkin lebih tinggi. Jadi yang saya lihat lebih mungkin John Herdman,” katanya.
“Kelihatannya lebih ke arah sana (John Herdman) dan mungkin teman-teman media juga sudah bisa mencium ya gelagatnya lebih ke arah sana,” sambungnya.
Meski begitu, Bung Harpa memahami jika publik memiliki pandangan yang berbeda-beda. Ia mengajak semua pihak untuk tetap menghormati proses yang dijalankan PSSI, sebagaimana yang pernah terjadi pada pergantian pelatih sebelumnya.
“Dulu juga pergantian dari Shin Tae-yong ke Kluivert. Mungkin kita terbelah tapi kita tetap, dukung federasi (PSSI),” ujarnya.
Ia berharap keputusan yang nantinya diambil benar-benar menjadi pilihan terbaik bagi Timnas Indonesia. “Mudah-mudahan ini adalah pilihan yang terbaik dan, ya kita dukung sama-sama kalau memang itu pilihan dari PSSI,” kata Bung Harpa.
Dalam pandangannya, ekspektasi publik yang menginginkan nama besar kerap berbenturan dengan kondisi finansial. “Jadi memang ya kadang kita mungkin maunya bisa aja macem-macem mau Jose Mourinho lah mau siapa, tapi kan kita mesti lihat kantong kita juga,” ujarnya.
Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, Bung Harpa menegaskan bahwa proses pemilihan pelatih yang dilakukan PSSI sejauh ini dinilai berjalan sesuai prosedur. Ia pun berharap mekanisme tersebut tetap dijaga dan tidak berubah menjadi keputusan sepihak.
“Ya kita berharap prosedur ini tetap dilaksanakan bukan one man show,” tandasnya.