Sarwendah Ungkap Alasan Pakai Bayi Tabung, Permintaan Mantan Suami?
Nama Sarwendah Tan kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap alasan dirinya menjalani program bayi tabung (IVF) pada tahun 2014 silam.
Dalam sesi siaran langsung di TikTok belum lama ini, mantan istri dari presenter Ruben Onsu itu menjelaskan bahwa keputusan untuk mengikuti program tersebut bukan karena masalah medis, melainkan karena adanya sebuah permintaan tertentu di masa lalu. Scroll lebih lanjut yuk!
Dalam klarifikasinya, Sarwendah dengan tegas menyampaikan bahwa dirinya berada dalam kondisi sehat saat menjalani prosedur tersebut.
“Rahim gue enggak kenapa-kenapa, sehat semuanya,” ujar Sarwendah dalam siaran langsungnya, dikutip Rabu 12 November 2025.
“Karena ada permintaan buat bayi tabung aja, jadi kondisinya beda. Tapi, tidak ada permasalahan dengan tubuh aku, udah cek kesehatan, baik semuanya,” tegasnya lagi.
Pernyataan ini sontak membuka kembali perbincangan hangat di kalangan publik mengenai alasan seseorang menjalani program bayi tabung. Banyak yang awalnya mengira Sarwendah memilih metode tersebut karena mengalami kendala kesuburan.
Namun, dari pengakuannya, langkah itu ternyata lebih bersifat personal dan berkaitan dengan keinginan dari pihak lain, yang diduga kuat adalah mantan pasangannya di masa lalu.
Terlepas dari alasan pribadi Sarwendah, program bayi tabung sendiri merupakan salah satu inovasi medis yang banyak membantu pasangan untuk memperoleh keturunan. Teknologi In Vitro Fertilization (IVF) memungkinkan pembuahan dilakukan di luar tubuh, sebelum embrio ditanamkan kembali ke dalam rahim.
Menurut data Asosiasi Kehamilan Amerika, tingkat keberhasilan program ini untuk wanita di bawah usia 35 tahun mencapai 41–43 persen. Bahkan, berkat teknologi terbaru seperti tes genetik pra-implantasi (PGT), dokter dapat mendeteksi kelainan genetik pada embrio sebelum proses penanaman dilakukan. Langkah ini membantu mencegah penyakit turunan sekaligus menekan risiko keguguran.
Selain itu, IVF juga memberi keleluasaan dalam menentukan waktu kehamilan dan menjaga peluang kesuburan. Teknologi Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) bahkan memungkinkan kehamilan bagi pria dengan masalah infertilitas berat, karena sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur.
Meski dibalut isu personal, pengakuan Sarwendah secara tidak langsung membuka wawasan publik bahwa program bayi tabung bukan semata-mata solusi medis, tetapi juga dapat menjadi pilihan hidup yang diambil berdasarkan pertimbangan pribadi dan emosional.