Media Vietnam Soroti Masalah Besar Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025

Timnas Indonesia U-22 vs Myanmar U-22
Timnas Indonesia U-22 vs Myanmar U-22

 Timnas Indonesia U-22 menutup fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Myanmar U-22 di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Jumat malam. Namun hasil tersebut tidak cukup untuk membawa Indonesia lolos ke semifinal melalui jalur runner-up terbaik. Skuad asuhan Indra Sjafri kalah produktivitas gol dari Malaysia U-22, meski kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dengan selisih gol identik.

Dalam pertandingan tersebut, Indonesia sempat dikejutkan oleh gol Min Maw Oo pada menit ke-29. Garuda Muda kemudian bangkit lewat gol penyama kedudukan Toni Firmansyah di menit ke-45, sebelum Jens Raven mencetak dua gol dramatis pada menit ke-89 dan 90+5.

Kendati menang, hasil akhir tetap pahit. Indonesia harus angkat koper lebih awal dari SEA Games 2025, sementara Malaysia justru melaju ke semifinal.

Sorotan datang dari media olahraga Vietnam, Thao247. Media yang berbasis di Vietnam menyoroti ironi kegagalan Indonesia sebagai juara bertahan yang gagal ke semifinal.

“Indonesia tetap berstatus juara bertahan SEA Games, tetapi kemenangan besar atas Myanmar tidak cukup membawa mereka ke babak semifinal,” tulis Thao247.

Media Vietnam itu menilai Indonesia tampil dominan sejak awal pertandingan. Garuda Muda disebut langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan pertahanan Myanmar melalui berbagai skema, termasuk lemparan ke dalam jarak jauh yang kerap menjadi andalan.

Namun dominasi tersebut tidak langsung membuahkan hasil. Thao247 menyoroti solidnya lini belakang Myanmar yang mampu meredam tekanan Indonesia, bahkan sukses mencuri gol lebih dulu melalui tembakan jarak jauh Min Maw Oo yang tak mampu diantisipasi kiper Indonesia.

Kesalahan fatal kiper Myanmar menjelang turun minum menjadi titik balik. Toni Firmansyah memanfaatkan bola lepas untuk menyamakan kedudukan, yang menurut Thao247 menjadi momentum kebangkitan Indonesia.

Memasuki babak kedua, Indonesia terus menggempur pertahanan Myanmar. Meski menciptakan banyak peluang dari bola mati dan umpan silang, lemahnya penyelesaian akhir membuat gol tambahan tak kunjung tercipta. Situasi ini membuat para pemain Indonesia terlihat frustrasi.

Drama terjadi di menit-menit akhir. Jens Raven mencetak gol pada menit ke-89 dan kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 90+5. Kemenangan 3-1 pun berhasil diamankan.

Namun seperti ditegaskan Thao247, hasil tersebut tetap tak mengubah nasib Indonesia. Media Vietnam itu menjelaskan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki poin serta selisih gol yang sama, tetapi Indonesia kalah dalam jumlah gol yang dicetak sehingga harus tersingkir.

Pada akhirnya, Thao247 menilai kegagalan ini menjadi pukulan besar bagi Indonesia. Perjuangan hingga detik terakhir berakhir dengan kenyataan pahit, di mana juara bertahan SEA Games harus tersingkir lebih awal dari turnamen.