Timnas Indonesia Hancur Lebur, PSSI Kena Kutukan Anak Shin Tae-yong?

Shin Tae-yong (kanan) bersama anaknya, Shin Jae-wong (tengah)
Shin Tae-yong (kanan) bersama anaknya, Shin Jae-wong (tengah)

 Tahun 2025 menjadi periode paling kelam bagi sepakbola Indonesia. Serangkaian kegagalan tim nasional di berbagai level kembali menyeret satu nama ke permukaan: Shin Tae-yong.

Publik ramai-ramai mengaitkan keterpurukan Garuda dengan keputusan PSSI memecat STY pada awal tahun.

Semua bermula pada 6 Januari 2025. Tanpa penjelasan detail, federasi memutus kerja sama dengan pelatih Korea Selatan tersebut.

Keputusan itu langsung memicu kemarahan suporter, mengingat performa timnas di era STY sedang berada di puncaknya.

Selama 2024, Timnas Indonesia tampil menggila di tangan STY. Garuda menembus ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan bahkan meraih kemenangan historis atas Arab Saudi pada November 2024.

Di level U-23, Indonesia sukses menembus semifinal Piala Asia U-23 2024 dan nyaris lolos ke Olimpiade Paris.

Tak heran pemecatan STY dianggap keputusan yang tidak masuk akal. Putra STY, Shin Jae-won, bahkan sempat mengirim pesan tajam melalui komentar di Instagram:

“Kita lihat sejauh mana Timnas Indonesia setelah ditinggal ayah saya.”

Krisis Beruntun Usai STY Pergi

Fenomena yang disebut warganet sebagai “karma PSSI” makin mencuat setelah hasil-hasil mengecewakan menghantam secara beruntun:

1. Timnas Senior Gagal Total di Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Indonesia kalah dari Arab Saudi dan Irak, pulang tanpa satu poin pun. Pelatih saat itu, Patrick Kluivert, ikut dihujani kritik karena enggan menyapa suporter usai pertandingan.

2. Timnas U-23 Gagal ke Piala Asia U-23 2026

Lebih tragis lagi, Indonesia gagal menumbangkan Laos pada laga pembuka kualifikasi.

3. Puncak Bencana: Tersingkirnya Timnas U-22 di Fase Grup SEA Games 2025

Indra Sjafri kembali dipercaya sebagai pelatih, bahkan sejumlah pemain abroad senior seperti Mauro Zijlstra dan Ivar Jenner ikut diperbantukan. Namun hasilnya justru jadi pukulan telak.

Timnas U-22 kalah di laga pembuka dari Filipina yang sebagian pemainnya masih bertanding di level universitas. Hingga akhirnya, Garuda Muda tersingkir di fase grup dan gagal mempertahankan emas SEA Games 2023.

“Lengkap sudah penderitaan 2025,” tulis salah satu komentar warganet yang viral.

PSSI Masih Tanpa Pelatih Baru

Kebingungan makin bertambah karena setelah memecat Kluivert pada Oktober 2025, PSSI belum juga mengumumkan pelatih baru hingga kini. Publik menilai proses perekrutan terlalu lambat.

Di sisi lain, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan peluang kembalinya Shin Tae-yong adalah 0 persen. Sikap ini kembali memicu perdebatan panas.

Serangkaian kegagalan seolah menguatkan narasi bahwa keputusan mendepak Shin Tae-yong membawa “kutukan” bagi sepakbola Indonesia.