Asnawi Akhirnya Ungkap Fakta di Balik Polemik Ban Kapten Timnas Indonesia vs China
Bek Port FC, Asnawi Mangkualam Bahar, akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait komentar Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengenai polemik ban kapten pada laga Timnas Indonesia melawan China di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Melalui sebuah siniar, Arya menilai bahwa seharusnya Jay Idzes yang mengenakan ban kapten pada pertandingan yang berlangsung Oktober 2024. Saat itu, skuad Garuda harus mengakui keunggulan China dengan skor 1-2, sebuah kekalahan yang kemudian memunculkan rumor keretakan ruang ganti.
Isu makin melebar karena status Jay Idzes sebagai kapten sejak Ronde 3 disebut dicopot dan dialihkan kepada Asnawi.
Duel Asnawi Mangkualam vs Alejandro Garnacho
Komentar tersebut langsung mengundang reaksi dari sang pemain. Ia menyampaikan tanggapan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, demi menghindari kesalahpahaman.
Dalam klarifikasinya, Asnawi menjelaskan bahwa dirinya memang sudah berniat menyerahkan ban kapten kepada pemain lain yang dianggap lebih layak. Namun, ketika ia berdiskusi dengan Nova Arianto yang saat itu menjadi asisten pelatih, Asnawi tetap ditunjuk sebagai kapten utama oleh Shin Tae-yong.
Pemain 26 tahun itu menegaskan bahwa pada laga kontra China, dirinya tetap berstatus kapten utama, sementara Jay Idzes berperan sebagai wakil.
Klarifikasi Asnawi Mangkualam soal ban kapten Timnas Indonesia vs China
"Saya ingin mengklarifikasi soal kapten. Sudah terlalu lama masalah ini didiamkan dan menjadi bola liar di publik. Sedikit penjelasan masalah kapten. Saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia," tulis Asnawi melalui Instagram story, dikutip Jumat 12 Desember 2025.
"Saya pribadi berbicara ke Coach Nova untuk diberikan ke Jordi (Amat). Tapi, ketika itu Coach Nova bilang 'kamu yang masih dipercaya Coach Chin'. Berlanjut lagi saya masih berusaha untuk memberikan ke pemain lain lagi yaitu Jay (Idzes) dari sebelum melawan Australia di GBK,” sambungnya.
Asnawi juga memaparkan bagaimana ia mengajak sejumlah pemain untuk membahas kepastian pemegang ban kapten. Ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan Shin Tae-yong.
"Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy (Walsh), Thom (Haye), (Rizky) Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa kapten utama, siapa wakilnya,” kata dia.
"Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan kapten utama ke saya dan Jay sebagai wakilnya. Dan di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas," jelasnya.
Lebih jauh, Asnawi mengaku menyayangkan dirinya terus menjadi pihak yang disudutkan dalam isu retaknya ruang ganti Timnas Indonesia.
"Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu dibahas karena memang jelas alurnya seperti itu. Ketika kapten utama bermain tetap akan memakai ban kapten. Tetapi jika tidak bermain diberikan ke wakil kapten," ujar Asnawi.
Ia juga mempertanyakan alasan isu laga melawan China terus diungkit, dan mempertanyakan sumber informasi yang diterima Arya terkait pencopotan ban kapten.
"Tapi kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini. Dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China. Sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu tapi memperbaiki buat ke depannya," tuturnya.
"Kalau memang perkataan bapak itu benar, Jay sudah ditentukan sebagai kapten utama melawan China, mohon beritahu saya siapa yang mengatakannya pada Anda?" imbuhnya.
Terakhir, Asnawi menegaskan dirinya sangat bangga jika dipercaya sebagai kapten. Namun, ia tidak mempersoalkan jika ban kapten tersebut diberikan kepada pemain lain yang jauh lebih pantas.
"Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga. Tapi, ketika diberikan yang jauh lebih baik saya ikhlas. Dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain."
"Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena waktu itu saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas," tutupnya.