Bantu Korban Banjir di Sumatera, Seniman Aceh Rafly Kande Gelar Ngamen Kemanusiaan

Rafly Kande
Rafly Kande

 Seniman musik asal Aceh, Rafly Kande, menggelar aksi ngamen kemanusiaan di Kedai Sudut Selatan, Bintaro Barat, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai bentuk solidaritas untuk korban banjir bandang Aceh yang terjadi baru-baru ini.

Kegiatan bertajuk “Rafly Kande Peduli Aceh” tersebut merupakan inisiatif komunitas Sahabat Kuliner dan menghadirkan penampilan musik yang dikemas untuk mendukung penggalangan dana.

Selama hampir tiga jam, Rafly tampil solo maupun berkolaborasi dengan Group Musik Keubitbit, membawakan beberapa repertoar seperti Mumang, Aneuk Yatim, Bumoe, dan Seulanga. Ia juga berduet dengan musisi Maxi Of Soul dalam salah satu sesi.

Dalam kesempatan itu, Rafly menyampaikan keprihatinannya atas dampak banjir bandang di Aceh, termasuk kerusakan infrastruktur dan korban terdampak. Ia juga menyinggung isu pembabatan hutan untuk perkebunan sawit yang disebut berpotensi memicu bencana.

Untuk menambah dana bantuan, Rafly melelang sejumlah lagu yang ia nyanyikan langsung di panggung. Panitia acara, J. Kamal Farza, menyebut seluruh donasi akan dibawa langsung oleh tim Rafly ke lokasi terdampak di Aceh.

Acara tersebut dihadiri beberapa tokoh dan publik figur, termasuk aktor asal Lhokseumawe Mahendra Adhar, serta tokoh Aceh seperti Kamal Farza, pengacara Nasrudin, S.H, Teuku Ismuhadi, dan Zoel Abbas.

Mahendra menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan solidaritas ini.

“Karena dalam pemulihan bencana kita harus kompak dan berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujarnya.

Ia menilai aksi tersebut relevan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Harapan saya, rakyat Aceh segera mendapatkan bantuan, anak-anak bisa kembali sekolah, ekonomi pulih, dan jembatan serta jalan yang rusak dapat diperbaiki secepatnya,” katanya.

Mahendra juga menyebut lagu favoritnya, Lahaula Walaquwwata.

“Lagu itu bermakna memohon kekuatan dan pertolongan Allah dalam setiap kehidupan,” ungkapnya.

Pengacara Nasrudin, S.H menambahkan bahwa kegiatan serupa idealnya dapat diikuti lebih banyak kalangan profesional.

“Musik bisa mempersatukan masyarakat dalam membantu Aceh. Contohnya lewat ngamen kemanusiaan Rafly Kande ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Rafly dan Keubitbit menggelar Showcase Spesial di Kedai Aceh Lampoh Kemang, Jakarta Selatan, untuk tujuan yang sama. Program “Rafly Kande Peduli Aceh” dijadwalkan berlangsung di sejumlah kota lain guna memperluas jangkauan penggalangan dana.