Ketika Para Kepala Daerah di Jabar Terbang Bantu Korban Bencana Sumatera
Gelombang solidaritas dari Jawa Barat terus mengalir bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lebih dulu terbang ke Sumatera pada Kamis (4/12/2025), sejumlah bupati dan wali kota dari wilayah Jabar kini turut menyusul membawa bantuan.
Dalam rekaman video yang diterima Kompas.com pada Sabtu (6/12/2025), terlihat Wali Kota Depok Supian Suri; Bupati Purwakarta Saipul Bahri Binzein; Bupati Cianjur Mohammad Wahyu; serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bersiap terbang menuju Aceh bersama rombongan gubernur.
Dedi Mulyadi Pimpin Langsung Distribusi Bantuan
Sejak Kamis, Dedi berada di Sumatera Barat untuk memimpin proses penyaluran bantuan.
Ia terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Susi Air karena BIJB Kertajati belum melayani penerbangan ke wilayah tersebut.
“Saya berangkat 09:25 WIB, estimasi tiba sekitar 11.15 WIB, berangkat dari Soekarno-Hatta, kan BIJB Kertajati belum ada (rute ke Sumatera),” ujar Dedi sebelumnya.
Ia membawa total bantuan senilai Rp 7 miliar, termasuk dari pihak swasta, pemerintah daerah, dan sejumlah lembaga filantropi.
Dedi juga menegaskan bahwa sebagian besar bantuan dibelanjakan langsung di Padang untuk mempercepat proses distribusi.
“Kita belanjanya di sana langsung, kita bawa uang saja ke sana,” katanya.
Dua unit pesawat Ultra Cargo Ranger (UCR) disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak.
Bantuan dikirim ke berbagai titik di Sumatera, termasuk Sibolga, Tapanuli Tengah, menggunakan tiga rotasi penerbangan.
Bantuan Rp 1 Miliar dari Bekasi
Dalam rombongan bantuan dari Jawa Barat, Kota Bekasi menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan total angka mencapai Rp 1 miliar.
"Pak Wali Kota (Kota Bekasi). Satu wakil wali kotanya sudah berangkat ke Aceh. Hari ini berangkat," ucap Dedi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa wakilnya, Abdul Harris Bobbihoe, sudah tiba lebih dulu di Sumatera pada Jumat (5/12/2025) dengan membawa bantuan senilai Rp 200 juta.
Hari ini, Tri menyusul membawa bantuan lanjutan.
"Pak Wakil bawa Rp200 juta, hari ini belanja Rp300 juta. Ini adalah sumbangan ASN Kota Bekasi, lima hari kita ngumpulin," tuturnya.
Rombongan Pertama yang Tiba di Bandara Langsa
Dalam perjalanan menuju Aceh, Dedi mengungkapkan bahwa pesawat mereka merupakan logistik pertama yang mendarat di Bandara Langsa pascabencana.
"Dan ingat kita pesawat yang pertama turun di situ," katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur dari berbagai daerah dan asosiasi di Jawa Barat, mulai dari Kadin, Apindo, Baznas, hingga ASN dari Depok, Cianjur, Purwakarta, Bekasi, hingga pelaku industri di Majalengka.
“Kita terbang. Mudah-mudahan selamat sampai tujuan. Barangnya nyampe ke tempat yang membutuhkan,” ujar Dedi.
Misi Bantuan Sekaligus Kemanusiaan
Keberangkatan rombongan ini bukan hanya penyaluran bantuan logistik, tetapi juga upaya memastikan bantuan tepat sasaran.
"Pokoknya kita berangkat dengan rasa dan cinta pada Aceh dan Sumatera," pungkasnya.
Sebelumnya, Dedi mengungkap bahwa salah satu anggota keluarganya di Aceh hilang kontak pascabencana.
"Saudara saya sampai sekarang hilang kontak di Aceh. Saudara, mantan anggota DPRD Aceh, tentara," kata Dedi pada Selasa (2/12/2025).
Ia menuturkan bahwa keluarga memintanya turun tangan langsung.
"Kakak saya sudah nangis-nangis, 'kamu gubernur katanya, masa enggak bisa menolong saudara, enggak bisa dihubungi,'" tuturnya.
Seiring bantuan terus berdatangan, rombongan kepala daerah dari Jawa Barat dijadwalkan meninjau titik-titik terdampak bencana selama beberapa hari ke depan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang