Ajukan Naturalisasi, Ciro Alves Duet Ole Romeny di Timnas Indonesia?

Striker Malut United, Ciro Alves
Striker Malut United, Ciro Alves

 Penyerang andalan Malut United, Ciro Alves resmi memulai proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Didampingi Asisten Manajer Malut United, Asghar Saleh, Ciro mendatangi Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku Utara pada Senin 8 Desember 2025

Kedatangan Ciro langsung disambut Kepala Kanwil Kemenkumham Malut, Budi Argap Situngkir, yang menegaskan kesiapan pihaknya memfasilitasi proses administratif sang pemain.

“Kami mendukung proses naturalisasi Saudara Ciro. Jika berkas permohonan telah lengkap dan sesuai, dapat kami proses segera melalui sistem AHU online,” ujar Argap.

Ciro telah menetap di Indonesia sejak 2019 dan kini menjadi pilar penting Malut United di Super League. Dengan status tersebut, ia memenuhi syarat mengajukan permohonan pewarganegaraan sesuai UU Nomor 12 Tahun 2006.

Asisten Manajer Malut United, Asghar Saleh, memastikan klub memberi dukungan penuh untuk proses naturalisasi pemain asal Brasil itu.

“Ciro punya kualitas dan pengalaman yang bisa membawa dampak positif untuk sepak bola Indonesia, khususnya Maluku Utara,” katanya.

Asghar juga menyinggung rekam jejak Ciro yang pernah membela Timnas Brasil di Piala Dunia U-20 dan kini dipandang memiliki potensi menjadi pelatih di masa depan.

Dalam sesi terpisah, Ciro menyampaikan alasan personalnya ingin menjadi WNI. Ia mengaku sudah sangat mencintai Indonesia, tempat ia membangun karier dan kehidupan keluarga.

“Saya bermain di sini dan telah jatuh cinta kepada negara Indonesia,” ujar Ciro, yang musim ini membawa Malut United bersaing di papan atas Super League.

Solusi Timnas Indonesia?

Meski usianya kini tak muda lagi sebagai pesepakbola, Ciro bisa saja menjadi solusi bagi lini depan Timnas Indonesia. 

Ciro tak asing dengan sepakbola Indonesia. Setelah merumput bersama beberapa klub, ia menikmati masa terbaiknya bersama Persib Bandung antara 2022–2025. Di periode itu, ia mencatat raihan 35 gol dan 33 assist dari 107 penampilan. 

Sebelum Persib, saat memperkuat Persikabo 1973, Ciro juga terbilang subur: 37 gol dari 74 laga. 

Statistik dan pengalaman panjangnya menunjukkan ia bukan hanya ancaman di kotak penalti — tapi juga bisa memainkan peran penting dalam distribusi build-up dan finishing yang konsisten.

Ciro bisa menjadi duet mematikan bersama dengan Ole Romeny. Kombinasi pengalaman, kelincahan yang dimiliki Ciro bisa memudahkan pekerjaan Romeny yang selama ini jadi ujung tombak Timnas Indonesia.

Fleksibilitas gaya main Ciro bisa lebih berperan sebagai support striker atau second striker, membantu Ole mendapat ruang dan peluang. Sebaliknya, Ole bisa menjadi target utama di kotak penalti ketika mendapat umpan dari Ciro.