Netizen Geram Usai Tahu Empat Gajah Dikerahkan Untuk Bantu Bersihkan Tumpukan Kayu Pasca Banjir di Aceh
Material kayu gelondonan tampak menumpuk di kawasan pemukiman warga pasaca banjir bandang yang melanda kawasan pemukiman di Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada 26 November lalu. Demi mengatasi masalah tersebut, tim gabungan mengerahkan empat ekor gajah Sumatera untuk membersihkan tumpukan kayu tersebut pada Senin 8 Desember 2025.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @fakta.indo, terlihat empat ekor gajah Sumatera itu ditunggangi para mahout untuk memindahkan kayu-kayu besar menggunakan belalai besar mereka. Momen pembersihan sisa kayu gelondongan oleh gajah-gajah tersebut menuai banyak simpati para pengguna media sosial.
Tak sedikit dari pengguna media sosial merasa iba dengan gajah-gajah tersebut yang diterjunkan untuk membersihkan tumpukan kayu gelondongan.
”Kasian ya Allah sewa alat kek!,” kata netizen.
”Rumahnya dihancurkan tapi tenaganya dibutuhkan,” kata lainnya.
”Jangan mau gajah,” ujar netizen.
”KENAPA PAKAI HEWAN???,” kecam netizen.
“Udah jatoh tertimpa tangga… lo bayangin rumah diambil tapi lo masih dipaksa bersihin kotoran rumah lo yang udah mereka ambil,” kata netizen lainnya.
Sementara itu, berdasarkan Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, menjelaskan bahwa empat gajah yang diturunkan, yakni Abu, Mido, Ajis, dan Noni, telah mulai bekerja membersihkan puing-puing kayu di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua.
“Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG Share,” kata Hadi saat berada di lokasi pembersihan pada Senin, 8 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa keempat gajah ini bukan pertama kalinya terlibat dalam operasi bencana. Mereka memiliki rekam jejak panjang, termasuk berperan dalam pembersihan pasca tsunami Aceh pada 2004.
“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,” ujarnya.
Menurutnya, keempat gajah jinak ini difokuskan pada wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang, khususnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua. Area tersebut dipenuhi material kayu besar yang menutup jalan dan bahkan menyangkut di rumah warga, sehingga membutuhkan kekuatan dan fleksibilitas yang dimiliki gajah untuk memindahkannya.
Tidak hanya membersihkan puing, gajah-gajah ini juga dimanfaatkan untuk berbagai tugas penting lainnya. Mereka membantu menciptakan jalur akses menuju rumah warga yang tertimbun material, sekaligus mendukung proses evakuasi jika masih ditemukan korban di lokasi terdampak. Selain itu, kehadiran gajah sangat berguna untuk mengantar logistik ke titik-titik yang sulit dijangkau relawan.
“Untuk durasi, kami akan bertugas selama tujuh hari di sini, terakhir 14 Desember 2025,” jelas Hadi Sofyan.