Viral Status WhatsApp yang diduga Dibuat Juri Cerdas Cermat MPR, Isinya Bikin Geram Netizen

Profil Indri Wahyuni, Juri Viral Cerdas Cermat MPR
Profil Indri Wahyuni, Juri Viral Cerdas Cermat MPR

Viral di media sosial beberapa potongan foto yang menunjukkan status WhatsAppa diduga dibuat oleh juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Indri Wahyuni. Dalam potongan foto yang beredar di media sosial status WhatsApp yang diduga dibuat Indri dengan kontak nama ‘Bu Indri MPR’ itu menilai bahwa jika SMAN yang menang dalam ajang tersebut memang layak menjadi juara.

“They deserve the win and the explanation why they still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do. (Mereka pantas mendapatkan kemenangan dan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut. Terlalu fokus pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan bagi yang lain adalah bentuk ketidakpedulian terbesar yang bisa dilakukan seseorang),” demikian bunya pesan tersebut yang diunggah di akun Instagram @pres_ung dikutip Rabu 13 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam status WhatsApp lain yang diduga diunggah oleh Indri, ia menilai bahwa jika dihitung berdasarkan total poin akhir dalam lomba cerdas cermat tersebut, SMAN yang dinyatakan sebagai pemenang saat itu tetap keluar sebagai juara pertama. Melalui unggahan itu, ia juga berharap sekolah yang menang dapat membuktikan kemampuan mereka di tingkat nasional.

“Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah-olah jawaban tersebut benar. Sekolah yang menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yang menang. Semoga ada jalan untuk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara,” tulis WA status tersebut.

Dalam unggahan yang sama, ia juga menyinggung masih banyaknya sentimen negatif terhadap pemenang lomba cerdas cermat itu. Menurutnya, siapa pun yang terpilih mewakili provinsi seharusnya tetap mendapat dukungan.

“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tidak pantas dibanggakan? Itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yang maju mewakili provinsi harus dibanggakan? They deserve the win, that’s all.. May Allah bless their way to go to Grand Final,” tulis pesan whatsapp tersebut.

Sontak saja unggahan tersebut langsung ramai menuai komentar sinis dari pengguna media sosial. Tak sedikit dari mereka yang menekankan soal sikap juri dan pembawa acara dalam ajang tersebut.

“Padahal letak permasalahannya bukan kemenangan timnya diakhir, tapi attitude juri dan MC. Gajah dipelupuk mata tak tampak, kuman disebrang lautan tampak,” komentar netizen.

“Kalo seandainya nilai yg minus lima itu jdi +10 kira kira bsa menang g yg dppat minus 5 itu?,” tanya lainnya.

“NPD Final Boss,” sindir netizen.

“Pake bahasa Inggris biar dikira intelek,” sindir lainnya.

Sebagai informasi,  Indri Wahyuni menjadi sorotan publik usai polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Indri yang menjadi juri saat itu menuai kecaman keras publik usai responnya terhadap regu dari SMAN 1 Pontianak.

Polemik ini bermula ketika jawaban regu SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh dewan juri. Namun jawaban yang sama justru dinyatakan benar saat disampaikan oleh regu lain. Tim dari SMAN 1 Pontianak saat itu melayangkan protes.

Di tengah perdebatan tersebut, Indri menjelaskan tentang penilaian juri berkaitan dengan aspek artikulasi jawaban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya. artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya. Kalau menurut kalian sudah (benar), tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus 5,” kata dia.