Dukungan Psikologis hingga Sanitasi, Ini yang Dibutuhkan Anak-anak Pasca Banjir
Beberapa hari setelah banjir besar melanda wilayah Jembrana, suasana di Panti Asuhan Alas Kasih mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meski demikian, kondisi psikis sebagian anak masih tampak terpengaruh oleh pengalaman traumatis tersebut.
Ketika air meluap hingga memasuki area asrama, mereka harus beradaptasi dengan suasana darurat yang asing dan menegangkan. Situasi seperti ini kerap memicu rasa takut berkepanjangan, gangguan tidur, serta kecemasan akibat kehilangan rasa aman.
Oleh karena itu, anak-anak membutuhkan dukungan psikologis berupa pendampingan emosional, ruang bercerita yang aman, serta interaksi positif yang membantu mereka memproses peristiwa tersebut.
Tanpa dukungan ini, anak dapat mengalami stres pascabencana yang berpotensi memengaruhi perkembangan emosional mereka.
Selain kebutuhan psikologis, aspek sanitasi juga menjadi fokus penting pasca banjir. Air yang meluap membawa potensi kontaminasi bakteri, virus, dan limbah berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan pernapasan.
Lingkungan tinggal yang tergenang atau lembap membuat risiko kesehatan meningkat, terutama pada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.
Oleh karena itu, kebutuhan sanitasi seperti sabun, disinfektan, air bersih, perlengkapan mandi, serta fasilitas kebersihan yang layak sangat dibutuhkan untuk mencegah penularan penyakit. Pemulihan sanitasi yang cepat dan tepat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak, mendukung proses pemulihan mereka secara menyeluruh.
Kunjungan sejumlah relawan ke Panti Asuhan Alas Kasih menjadi salah satu bentuk dukungan sosial yang amat berarti.
Beberapa hari setelah banjir besar melanda wilayah Jembrana, suasana di Panti Asuhan Alas Kasih mulai kembali pulih. Namun, sisa-sisa kekhawatiran masih tampak di wajah sebagian anak yang tinggal di sana. Air sempat meluap hingga masuk ke area asrama, memaksa mereka beradaptasi dengan kondisi darurat yang tidak mudah bagi anak-anak seusia mereka.
Kehadiran relawan membawa suasana berbeda bagi anak-anak panti. Mereka datang dengan paket sembako dan perlengkapan sanitasi—bantuan yang sangat dibutuhkan dalam situasi pascabencana.
Interaksi hangat juga menjadi momen pemulihan emosional yang tidak kalah penting. Anak-anak menyambut relawan dengan senyum yang jarang terlihat sejak banjir terjadi. Percakapan ringan, permainan sederhana, hingga tawa bersama membantu mengembalikan rasa aman yang sempat hilang. Mereka tidak ragu berbagi cerita tentang pengalaman melewati banjir, meski sesekali mengalihkan topik pada hal-hal yang lebih menyenangkan.
Para pengurus panti merasakan kelegaan melihat perubahan itu.
“Kami ingin menunjukkan bahwa operasional usaha tidak terpisah dari kepedulian terhadap sesama. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban setelah peristiwa banjir yang dialami pihak panti,” ujar salah satu perwakilan relawan.
Momen makan siang bersama menjadi penutup kunjungan penuh kehangatan tersebut. Anak-anak menikmatinya seolah sedang berkumpul dengan keluarga besar. Di balik kegiatan ini, para relawan merupakan perwakilan Maxxis International Indonesia yang sebelumnya meresmikan Maxxis Motorcycle Tire Center (M2TC) BMC Shop di Jembrana pada hari yang sama.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat di Bali Barat cukup tinggi terhadap layanan ban motor yang mudah dijangkau. Kehadiran M2TC BMC Shop diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujar David.
Dalam kesempatan tersebut, mereka menyalurkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan sanitasi sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi panti yang terdampak banjir. Upaya seperti ini membuktikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga sentuhan kemanusiaan yang memulihkan mental dan kesehatan anak-anak.