Dilema Hector Souto Pilih Skuad Timnas Futsal Indonesia untuk SEA Games 2025
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkap kondisi sulit yang ia hadapi saat menentukan daftar pemain untuk SEA Games 2025.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, pelatih asal Spanyol itu menyampaikan bahwa proses seleksi pemain membutuhkan perhatian besar.
"Tidak mudah bagi batin saya dalam beberapa hari terakhir," tulis Souto.
Ia menjelaskan bahwa tenggat waktu seleksi datang terlalu cepat. Situasi ini membuat proses penilaian pemain menjadi terbatas.
Souto menilai keputusan yang harus diambil sebelum kompetisi dimulai telah menggeser ruang evaluasi yang biasanya dilakukan secara menyeluruh.
"Ketika kami diwajibkan mengambil keputusan secara tergesa-gesa dan menentukan daftar final jauh sebelum kompetisi dimulai, ruang untuk mengevaluasi dengan ketelitian dan rasa keadilan menjadi sangat terbatas, dan hal itu terutama berdampak pada mereka yang paling bekerja keras: para pemain," ungkapnya.
Proses Seleksi Skuad Timnas Tak Sederhana
Dalam penjelasannya, Souto membandingkan olahraga beregu dan individu. Menurutnya, futsal memerlukan proses pembentukan tim yang lebih panjang.
"Saya dapat memahami bahwa dalam olahraga individu dinamika seperti ini mungkin masih memiliki logika tertentu, namun dalam olahraga beregu situasinya berbeda: membangun sebuah tim nasional membutuhkan waktu, kebersamaan, sinergi, dan kesempatan nyata bagi semua pemain," jelasnya.
Souto juga menyoroti tekanan tambahan karena daftar pemain harus diumumkan secara publik. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut tidak selalu memberi gambaran lengkap mengenai proses seleksi.
Aksi para pemain Timnas futsal Indonesia saat melawan Australia di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2025).
"Penetapan tenggat waktu yang terlalu dini menciptakan situasi-situasi sensitif yang tidak pernah diinginkan oleh seorang pelatih mana pun," tambahnya.
Skuad Timnas Futsal Indonesia saat ini diperkuat pemain Pro Futsal League.
Beberapa nama di antaranya adalah Mochammad Iqbal, Ardiansyah Nur, dan Evan Soumilena. Meski demikian, daftar akhir untuk SEA Games 2025 belum dirilis.
Empati Hector Souto untuk Para Pemain
Souto menyampaikan rasa empatinya kepada pemain yang belum mendapat kesempatan dinilai secara penuh akibat keterbatasan waktu.
"Empati terbesar saya tertuju kepada para pemain yang, karena situasi ini, tidak dapat dievaluasi dengan sepenuhnya adil sebagaimana yang mereka layak dapatkan," ujarnya.
Ia memuji dedikasi skuad yang sudah berlatih keras selama pemusatan latihan.
"Mereka adalah profesional yang luar biasa, berkomitmen, berlatih dan bermimpi untuk mewakili negara," katanya.
Menurut Souto, setiap pemain memiliki kontribusi dalam peningkatan kualitas tim nasional.
"Baik mereka masuk dalam daftar final maupun tidak, setiap pemain berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan semangat tim nasional. Saya menghargai mereka sepenuh hati," ujar pelatih berusia 44 tahun itu.
Menjelang laga perdana melawan Myanmar pada 15 Desember 2025, Souto menegaskan komitmennya untuk menjaga kejujuran dan rasa hormat dalam setiap keputusan.
"Kami akan terus bekerja dengan kejujuran, transparansi, dan rasa hormat, berupaya agar setiap keputusan tetap seadil mungkin dalam keterbatasan yang ada," tegasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang