Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Ini Jejak Karier Panjang Bintang 'Preman Pensiun'
Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada 3 Desember 2025 pukul 14.24 WIB.
Kepergian sosok yang dikenal melalui berbagai peran ikonik itu mengejutkan publik, terutama para penggemar yang telah mengikuti perjalanan panjang kariernya. Scroll untuk info lebih lanjut...
Kabar kepergiannya diketahui dari unggahan sang istri sekaligus manajernya, Karina Ranau. "Telah berpulang ke Rahmatullah Epy Kusnandar Bin Erning Sutarsa. Wafat pada tanggal 3 Desember 2025. Pukul 14.24 WIB,” tulis karinaranau9.
Jejak Karier Epy Kusnandar
Epy Kusnandar
Epy memulai langkahnya di dunia seni peran pada 1996 melalui serial 1 Kakak 7 Ponakan, di mana ia memerankan karakter Gun. Sejak saat itu, kariernya terus merangkak naik, terutama berkat kemampuannya membawakan karakter komedi maupun drama dengan gaya khas yang mudah diingat.
Ia kemudian mulai tampil di layar lebar pada tahun 2000 lewat film Petualangan Sherina, berperan sebagai Upay. Nama Epy semakin dikenal publik setelah sering muncul dalam film-film populer, baik sebagai pemeran pendukung maupun karakter unik yang memperkuat warna cerita.
Sepanjang kariernya, Epy tampil dalam deretan film yang sangat panjang dan beragam. Di awal 2000-an, ia bermain dalam Maskot (2006), I Love You, Om, Kamulah Satu-Satunya (2007), hingga Get Married sebagai penghulu, peran yang kemudian identik dengannya dan kembali ia bawakan dalam beberapa film berikutnya.
Epy juga sering muncul dalam genre horor, seperti Film Horor (2007), Takut: Faces of Fear, dan Paku Kuntilanak (2009). Lalu, tahun 2008–2010 menjadi salah satu periode paling produktif bagi Epy. Ia tampil di The Tarix Jabrix, Tri Mas Getir, Suami-Suami Takut Istri the Movie, Si Jago Merah, Romeo Juliet, Janda Kembang, Maling Kutang, hingga XXL-Double Extra Large.
Perannya semakin variatif ketika ia hadir dalam film drama seperti 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta serta komedi seperti Penganten Sunat dan Kabayan Jadi Milyuner. Memasuki 2010-an, Epy terus memperluas portofolionya. Ia tampil dalam proyek internasional seperti The ABCs of Death (segmen L is for Libido) dan V/H/S/2 (segmen Safe Haven).
Pada 2014, ia memainkan karakter Topan dalam film laga The Raid 2: Berandal, menunjukkan kemampuannya menyesuaikan diri dengan berbagai genre. Setelah itu, ia muncul dalam Bangun Lagi Dong Lupus, Slank Nggak Ada Matinya, hingga Killers dan Hijrah Cinta. Peran-peran lain seperti montir, notaris, tukang ojek, ayah, hingga bos membuat Epy dikenal sebagai aktor serba bisa yang sulit tergantikan.
Di layar kaca, perjalanan Epy tak kalah panjang. Ia dikenal lewat serial Asyiknya Geng Hijau, Tante Tuti, Kejar Kusnadi, hingga Suami-Suami Takut Istri (2007–2010) yang melejitkan namanya. Namun salah satu peran yang paling melekat di benak publik adalah Muslihat dalam serial hits Preman Pensiun (2015–2022). Tokoh tersebut membuat namanya kembali populer di kalangan penonton lintas generasi.
Hingga tahun-tahun terakhir kehidupannya, Epy masih aktif berakting dalam film seperti Pasar Setan (2024), Mukidi, Selepas Tahlil (2025), serta proyek-proyek yang dijadwalkan rilis seperti Patriot: Selamatkan Indonesia, Janur Ireng, The Tiger, dan Qorin 2.
Jejak karier Epy Kusnandar mencerminkan dedikasi panjang seorang aktor yang bekerja tanpa henti. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong di dunia seni peran Indonesia, namun karya-karyanya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perkembangan film dan televisi Indonesia.
Selamat jalan, Epy Kusnandar.