Video Nostalgianya Dihujat, Karina Ranau Bantah Tudingan Cari Keuntungan dari Kematian Epy Kusnandar

Epy Kusnandar dan Karina Ranau
Epy Kusnandar dan Karina Ranau

 Duka atas kepergian Epy Kusnandar rupanya masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sang istri, Karina Ranau, kini harus menghadapi komentar pedas dari warganet setelah mengunggah video kenangan bersama almarhum suaminya di media sosial.

Video tersebut awalnya dibuat Karina sebagai hadiah ulang tahun untuk putra mereka, Quentin. Ia menyusun sendiri berbagai dokumentasi lama yang berisi momen kebersamaan dengan Epy Kusnandar sebagai bentuk pengobat rindu sekaligus cara mengenang sosok sang suami. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun unggahan bernuansa nostalgia itu justru menuai komentar kasar dari salah satu akun media sosial. Karina mengaku sangat terpukul lantaran komentar tersebut dinilai sudah melampaui batas kemanusiaan.

"Ya itu sebagian dari pengobat hati saya gitu, saya edit sendiri dari pagi sampai saya ninggalin warung gitu saya susun gitu video, tapi tiba-tiba dikomen gitu sama dia," kata Karina Ranau, mengutip tayangan YouTube, Sabtu 16 Mei 2026.

"Dan itu sakit banget komennya, 'mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati'."

Karina Ranau menegaskan bahwa video kenangan yang diunggahnya sama sekali bukan untuk mencari popularitas ataupun keuntungan finansial. Ia membantah tudingan sejumlah netizen yang menilai dirinya sengaja membuat konten seputar makam dan kenangan bersama Epy Kusnandar demi meraup uang dari media sosial.

Menurutnya, seluruh dokumentasi tersebut dibuat murni untuk mengabadikan momen berharga bersama sang suami. Bahkan, hal itu merupakan pesan yang pernah disampaikan Epy Kusnandar semasa hidup.

"Momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apapun yang terjadi. Sedikit pun momen itu harus diabadikan," kata Karina Ranau.

"Dan saya tidak mencari keuntungan dari konten-konten saya di makam. Saya enggak ada channel YouTube, saya enggak ada yang menghasilkan uang dari situ enggak ada. Hanya benar-benar saya mengabadikan itu," lanjutnya.

Selama ini Karina Ranau mengaku memilih diam dan mencoba bersabar menghadapi beragam komentar negatif yang muncul setelah kepergian suaminya. Namun kali ini, ia merasa komentar yang diterima sudah terlalu menyakitkan dan berdampak pada kondisi mental keluarga, terutama anak mereka.

"Mungkin buat sebagian orang akan bilang 'ah lebay' melihat saya datang sama anak saya ke sana (Polres). Tapi apapun lah orang mau bilang apa, karena itu menyangkut psikologis anak saya dan juga keluarga," kata Karina Ranau.

"Karena terus terang saya memang datang karena selama ini sudah cukup sabar dengan yang namanya netizen," ujarnya.

Merasa tidak lagi bisa mentoleransi tindakan tersebut, Karina Ranau akhirnya melaporkan akun terkait ke Polres Jakarta Selatan. Ia juga mengungkapkan bahwa akun yang sama sebelumnya pernah menuliskan komentar bernada pornografi.

"Komentar sebelumnya juga ada kata yang termasuk pornografi. Makanya saya harus ke Polres. Saya pengin kasih pelajaran untuk manusia biadab ini," ucapnya.

Karina Ranau menambahkan bahwa dirinya datang tanpa didampingi pengacara. Ia hanya ingin memperoleh perlindungan hukum sebagai warga negara karena merasa keluarganya telah dirugikan secara psikologis.

"Saya mau minta pertolongan karena saya merasa saya warga negara Indonesia pengin ada perlindungan gitu dari manusia-manusia seperti itu gitu," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian. Karina pun memberi kesempatan selama 3x24 jam kepada pemilik akun tersebut untuk meminta maaf secara langsung. Jika tidak ada itikad baik, ia memastikan proses hukum akan terus berlanjut.

"Saya pengin kasih waktu 3x24 jam. Kalau akun itu tidak berusaha, tidak mencoba untuk menghubungi saya, tidak ketemu saya langsung, saya akan teruskan ini gitu," tandasnya.