Pengasuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia

Suasana prosesi pemakaman jenazah pengasuh sekaligus sesepuh Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza di Cirebon
Suasana prosesi pemakaman jenazah pengasuh sekaligus sesepuh Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza di Cirebon

Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Aris Ni'matullah mengatakan, pengasuh sekaligus sesepuh pondok pesantren (ponpes) tersebut yakni KH Adib Rofiuddin Izza wafat pada Senin setelah menjalani perawatan akibat sakit.

Aris yang juga adik almarhum di Cirebon, Jawa Barat, Senin, mengatakan KH Adib telah mengalami gangguan kesehatan sejak sebelum Ramadhan dan sempat menjalani perawatan secara intensif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, almarhum tetap berkeinginan pulang ke pesantren meski kondisi kesehatannya belum pulih sepenuhnya.

"Beliau ingin menjalani Ramadhan bersama para santri dan merasakan suasana kegiatan keagamaan di pesantren," katanya.

Ia menuturkan kondisi kesehatan KH Adib sempat membaik setelah Ramadhan dan masih menjalani aktivitas dengan pengawasan tenaga medis.

Namun, kata dia, kondisi almarhum kembali menurun sehingga harus mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit hingga dirujuk ke Jakarta.

"Beliau mendapat perawatan intensif dari tim medis sebelum akhirnya wafat pada Senin," ujarnya.

Aris mengatakan kepergian KH Adib menjadi kehilangan besar bagi keluarga dan sivitas pesantren, karena almarhum selama ini menjadi tokoh sentral dalam pendidikan dan dakwah di Cirebon.

Menurut dia, KH Adib dikenal memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan pendidikan pesantren serta membina para santri.

"Beliau juga memiliki perhatian besar terhadap masyarakat dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan," katanya.

Jenazah KH Adib tiba di Buntet Pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 13.47 WIB setelah diberangkatkan dari Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum dimakamkan, jenazah dishalatkan di Masjid Agung Buntet Pesantren yang dipadati keluarga, santri, ulama, dan masyarakat.

Almarhum kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Buntet sesuai permintaan keluarga dan wasiat yang pernah disampaikan almarhum semasa hidup. (Ant)