Penuh Semangat Tapi Keras Kepala, Kronologi Menurunnya Kesehatan Epy Kusnandar Dibongkar Keluarga
Kepergian aktor senior Epy Kusnandar pada Rabu 3 Desember 2025 menyisakan duka yang mendalam. Di balik kabar duka tersebut, terungkap bahwa sang aktor sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda penurunan kesehatan cukup serius dalam beberapa bulan terakhir.
Putranya, Damar Rizal Marzuki, menceritakan bahwa keluhan kesehatan itu bukan baru muncul belakangan. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
“Jadi kalau bilang kronologi, mungkin dari bulan sebelumnya, ada keluhan sakit kepala,” ujar Damar di rumah duka di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengutip tayangan Youtube, Kamis 4 Desember 2025.
Epy dikenal sebagai pribadi penuh semangat dan sulit berhenti bekerja. Kebiasaannya yang enggan memeriksakan diri membuat keluarga kesulitan memaksa sang aktor mendapatkan penanganan medis. Ia sering mengeluhkan sakit kepala akibat kelelahan, namun tetap memaksakan diri beraktivitas.
Sikap tak acuh ini bahkan membuat Epy beberapa kali mengalami kondisi yang mengkhawatirkan.
“Dari kegiatan yang capek juga, kecapekan, dan sempat ada beberapa kali jatuh pingsan,” kata Damar.
Meski begitu, Epy terus berusaha menutupi rasa sakitnya. Begitu merasa sedikit baikan, ia akan kembali beraktivitas seolah tak terjadi apa-apa.
“Papap kan orangnya gitu, 'Oke udah sehat', langsung bercanda lagi. Orangnya semangat untuk hidup, tidak ngomong hal-hal yang negatif,” tuturnya.
Keluarga sebenarnya berulang kali mengajak Epy menjalani pemeriksaan medis, namun ajakan itu selalu ditolak.
“Enggak pernah mengeluhkan ke semua orang. Jadi (diajak) 'ayo ke rumah sakit,' gitu, 'Enggak usah, udah sehat.' Akhirnya sepercaya itu orang-orang di sekitar,” kata Damar.
Riwayat kesehatan Epy juga memperlihatkan adanya masalah serupa di masa lalu. Ia pernah divonis mengidap tumor otak, namun sempat dinyatakan sembuh melalui pengobatan alternatif.
“Kalau dari dulu permasalahan Papa itu di bagian kepala ya. Waktu itu kan pernah ada kabar juga tumor otak dan itu udah sembuh,” ungkapnya.
Belakangan, gejala pusing yang dirasakan Epy kembali muncul dan diduga menjadi sinyal awal kondisi serius yang tidak ditangani sejak dini. Damar mengakui penyesalan karena keluhan tersebut tak segera diperiksa.
“Nah dokter ngelihat di situ, harusnya pas mulai kelengan gitu periksa. Tapi dikira ya ngerasa yang tadi dibilang, ngerasa udah sehat, ngerasa 'oh itu pusing biasa',” ujarnya.
Kini, keluarga hanya bisa mengenang sosok Epy Kusnandar yang penuh energi, sekaligus belajar dari caranya menyembunyikan rasa sakit. Kepergiannya menjadi pengingat bahwa gejala kesehatan sekecil apa pun tidak boleh dianggap remeh.