Jejak Karier Michael Bambang Hartono, Pemilik Djarum dan BCA yang Wafat di Singapura

Michael Bambang Hartono, Jawa tengah, Jejak Karier Michael Bambang Hartono, Pemilik Djarum dan BCA yang Wafat di Singapura

Pemilik PT Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura pukul 13.15 waktu setempat.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak perusahaan melalui Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan. 

"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar Budi dikutip dari , Kamis.

Budi menyebutkan, mendiang akan dimakamkan di Jawa tengah. Namun kini Budi Darmawan tengah menunggu informasi lebih lanjut dari keluarga Hartono. 

Lantas, bagaimana jejak karier dan sepak terjang Bambang Hartono? 

Peran di Djarum dan BCA

Dilansir dari (24/1/2025), Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik perkembangan PT Djarum.

Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia melanjutkan dan mengembangkan bisnis keluarga tersebut hingga menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.

Selain di sektor rokok, Hartono bersaudara juga memperluas pengaruhnya di industri perbankan melalui PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Mereka mengambil alih bank tersebut dari keluarga Salim setelah krisis ekonomi 1998.

Langkah ini menjadi titik penting dalam perjalanan bisnis keluarga Hartono, yang kemudian menjadikan BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia.

Ekspansi ke berbagai sektor

Sejak 1970-an, Michael Bambang Hartono turut mendorong ekspansi bisnis ke berbagai sektor.

Grup Djarum merambah industri elektronik melalui PT Hartono Electronic (Polytron), serta sektor furnitur, bahan bangunan, kertas, dan restoran.

Perusahaan juga memperluas investasi ke sektor digital melalui berbagai anak usaha dan portofolio investasi.

Kontribusi di luar bisnis

Di luar dunia usaha, Michael Bambang Hartono juga dikenal aktif dalam pengembangan olahraga bridge di Indonesia.

Ia berperan dalam mendorong cabang olahraga tersebut masuk ke Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Pada ajang tersebut, ia bahkan turut bertanding dan berhasil meraih medali perunggu.

Bonus yang diterimanya dari pemerintah kemudian disumbangkan kembali untuk pembinaan olahraga bridge di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang