Preman "Pensiun" Kumat Lagi, Memalak dan Tikam Pedagang Kerupuk di Jambi
Aksi premanisme kembali terjadi di Kota Jambi, seorang pria bernama Sugianto, yang sebelumnya mengaku telah “pensiun” dari dunia pemalakan.
Dia ditangkap polisi setelah menikam seorang pedagang kerupuk di kawasan Jalan Haji Adam Malik, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian paha.
Kapolsek Jambi Selatan, AKP Helrawaty Siregar, menjelaskan bahwa penangkapan Sugianto berawal dari laporan warga terkait peristiwa penikaman tersebut.
“Jadi, kita tahu ini setelah ada laporan penikaman. Kemudian kita dalami dan tangkap pelaku,” ujar Helrawaty, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, insiden itu terjadi saat pelaku tengah memeras seorang pedagang nasi uduk. Seorang pedagang kerupuk yang berada di lokasi menegur aksi Sugianto, namun pelaku tidak terima dan langsung menikam korban.
“Pelaku ini tidak terima, sehingga menikam paha korban hingga mengalami luka,” tambah Helrawaty.
Sudah Lama Memalak Pedagang
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Sugianto telah melakukan pemerasan terhadap para pedagang di kawasan tersebut sejak tahun 2011. Ia sempat berhenti pada 2019, namun kembali melakukan perbuatannya setelah mengaku menjadi korban pemerasan oleh orang lain.
“Di 2019, saya sudah berhenti malak. Waktu itu saya merasa seperti penjajah, jadi saya memutuskan pensiun,” ujar Sugianto di hadapan awak media saat konferensi pers di Mako Polsek Jambi Selatan.
Namun, keputusan “pensiun” itu tak berlangsung lama. Ia kembali menjalankan aksi lamanya dengan meminta uang dari para pedagang di kawasan Beringin, yang dikenal sebagai sentra kuliner seperti nasi uduk, nasi goreng, dan aneka minuman.
“Rata-rata Rp150 ribu per bulannya untuk satu pedagang,” ungkap Sugianto.
Uang Hasil Pemalakan untuk Judi Online
Dalam pengakuannya, Sugianto menyebut bahwa sebagian besar hasil pemerasan digunakan untuk bermain judi online, terutama permainan slot. “Delapan puluh persen uangnya untuk main slot,” ujarnya menyesal.
Kini, Sugianto telah ditahan di Polsek Jambi Selatan bersama barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan untuk melukai korban. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.
Helrawaty menegaskan, pihaknya berkomitmen menindak tegas segala bentuk aksi premanisme di wilayah hukumnya. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor jika mengalami tindakan serupa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.