Wasiat Epy Kusnandar Ingin Dimakamkan di Garut, Gak Terwujud?
Kabar meninggalnya aktor senior Epy Kusnandar pada 3 Desember 2025 tidak hanya membuat publik berduka, tetapi juga kembali membuka percakapan mengenai wasiat pribadi yang pernah ia sampaikan.
Pemeran Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun itu menghembuskan napas terakhir pada usia 61 tahun, meninggalkan sederet kenangan mendalam, termasuk ungkapan hatinya tentang keinginan untuk dimakamkan di tanah kelahirannya, Garut, Jawa Barat.
Karina Ranau, sang istri, mengumumkan bahwa jenazah Epy disemayamkan di Harmony Residence 88, Jalan Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rencana pemakaman pun telah ditetapkan berlangsung di TPU Jeruk Purut pada Kamis 4 Desember 2025 pukul 08.00 WIB.
Keputusan ini sontak memicu perhatian publik, mengingat Epy pernah menyampaikan harapan agar kelak ia dibawa kembali ke kampung halaman dan dimakamkan di dekat makam ibundanya.
Keinginan itu pertama kali terungkap dalam sebuah wawancara yang berkaitan dengan film horor berjudul Selepas Tahlil, di mana Epy memerankan karakter bernama Hadi—seorang ayah yang meninggal namun kembali hadir sebagai mayat hidup. Mendalami sosok Hadi membuat Epy banyak merenungkan hidup, kematian, hingga hal-hal yang belum diselesaikannya. Dari sanalah ia menyinggung soal wasiat pemakamannya.
Ucapannya kala itu begitu tulus dan tegas. Ia menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan sekadar guyonan atau bagian dari promosi film. Menurutnya, Garut bukan hanya kampung halaman, tetapi juga tempat terbaik untuk beristirahat, dekat dengan pusara ibunda yang amat ia cintai.
"Saya serius. Kalau saya meninggal dunia, saya ingin dimakamkan di Garut, dekat ibu saya. Kalaupun enggak berdampingan, ya, minimal berdekatan," ungkap Epy saat itu.
Ia bahkan berharap momen pemakamannya kelak bisa menjadi kesempatan bagi saudara-saudaranya untuk semakin rukun. Baginya, pulang ke kampung halaman—meski dalam keadaan tak lagi bernyawa—adalah cara yang penuh makna untuk menyatukan kembali keluarga.
"Saya punya adik, ingin lebih akur. Jalan satu-satunya, ya, kumpul di kampung," ucapnya.
Epy juga pernah menceritakan betapa beratnya memerankan mayat hidup dalam Selepas Tahlil, sebuah pengalaman yang mengubah cara pandangnya mengenai kematian. Ia mengaku bahwa proses tersebut menyentuh sisi emosionalnya, membuatnya sadar akan banyak hal yang belum terselesaikan.
"Kirain gampang, ternyata menyakitkan. Mati yang menyimpan utang perasaan, pikiran. Saya takut ini beneran," ujar Epy Kusnandar.
Di sisi lain, Karina Ranau sebagai istri menyampaikan kabar duka melalui unggahan Instagram pada Rabu 3 Desember 2025. Ia mengabarkan waktu wafat sang suami sambil menyertakan lelayu digital untuk mengenang kepergian sang aktor.
"Telah berpulang ke Rahmatullah. Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa. Allahumma firlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu berarti ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, sejahterakanlah dia dan maafkanlah kesalahannya," tulis Karina.
"Wafat pada tanggal 3 Desember 2025 pukul 14.24," tambahnya.
Hingga kini, publik mempertanyakan apakah keinginan Epy untuk kembali ke Garut bisa terlaksana, atau justru harus kandas karena alasan tertentu. Yang jelas, pesan terakhirnya itu kini terasa begitu menyentuh dan menyisakan tanya di hati para penggemarnya.