Jejak Karier Gemilang Lodewyk Pusung di Militer, Kini Berakhir Dicopot dan Ditangkap Jaksa
Di balik kabar pencopotan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), nama Letjen TNI (Purn) Lodewyk Freidrich Pusung menjadi salah satu yang menyita perhatian. Sosok yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dan cemerlang di dunia militer itu kini menjadi sorotan setelah diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Kepala BGN.
Tak hanya dicopot, Lodewyk juga disebut turut ditangkap jaksa bersama dua petinggi BGN lainnya, yakni Dadan Hindayana dan Sony Sanjaya.
Perkembangan tersebut mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Lodewyk selama ini dikenal sebagai figur yang memiliki perjalanan karier panjang, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan. Namanya bahkan pernah menduduki sejumlah posisi strategis yang menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari negara.
Pemberhentian tiga pimpinan BGN diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN, serta Lodewyk Freidrich Pusung dan Sony Sanjaya dari jabatan Wakil Kepala BGN. Di tengah sorotan tersebut, publik kembali menelusuri siapa sebenarnya sosok Lodewyk Pusung yang pernah dipercaya mengemban berbagai jabatan penting di Indonesia.
Lodewyk Freidrich Paulus Pusung lahir di Manado pada 27 Juli 1957. Masa pendidikan dasarnya hingga SMP dijalani di kampung halamannya. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan SMA di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kemampuannya tak hanya terlihat di bidang militer. Lodewyk juga dikenal fasih berbahasa Inggris dan Prancis. Bekal tersebut menjadi nilai tambah dalam perjalanan kariernya yang banyak bersentuhan dengan tugas-tugas strategis dan kerja sama internasional.
Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer Magelang pada 1981. Sejak awal, ia bergabung dengan pasukan elite Kopassus yang dikenal sebagai salah satu satuan paling bergengsi di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Perjalanan karier Lodewyk di Korps Baret Merah terbilang sangat menonjol. Ia mengawali tugas sebagai Danton Kopassandha sebelum terus menapaki berbagai posisi penting.
Seiring waktu, Lodewyk dipercaya menjadi Asisten Operasi Komandan Jenderal Kopassus dan kemudian menjabat Komandan Batalyon 22 Kopassus.
Salah satu posisi prestisius yang pernah diembannya adalah sebagai Komandan Detasemen Khusus 81 Penanggulangan Teror atau Sat-81/Gultor Kopassus pada 2001. Satuan ini dikenal sebagai unit antiteror elite yang dibentuk oleh Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto pada 1981.
Tak hanya fokus pada operasi militer, Lodewyk juga dikenal aktif memberikan penyuluhan dan pendidikan kepada prajurit mengenai pentingnya pemahaman hak asasi manusia (HAM) dalam pelaksanaan tugas.
Kariernya terus menanjak. Pada 2006, Lodewyk dipercaya memimpin Korem 052/Wijayakrama Kodam Jaya. Setahun kemudian, ia menjabat di Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat sebelum akhirnya dipercaya menjadi Danjen Kopassus.
Puncak karier militernya semakin terlihat ketika pada 2013 ia menjabat sebagai Komandan Kodiklat TNI AD. Pada tahun yang sama, Lodewyk juga dipercaya menjadi Panglima Komando Gabungan Pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.
Penugasan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan negara terhadap kemampuan kepemimpinannya dalam mengamankan agenda internasional berskala besar. Setelah memasuki masa purnatugas dari dunia militer, Lodewyk tetap aktif di ruang publik. Ia bergabung dengan Partai Golkar dan sempat menjabat Ketua Bidang Kajian Strategis dan SDM.
Karier politiknya semakin bersinar ketika dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Partai Golkar. Tak berhenti di situ, ia juga pernah menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2021–2024.
Saat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbentuk, Lodewyk kembali mendapat kepercayaan sebagai Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan periode 2024–2025.
Setelah itu, namanya kembali masuk dalam lingkaran pemerintahan sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Namun, perjalanan tersebut kini berakhir setelah Presiden Prabowo resmi memberhentikannya dari jabatan tersebut pada 2 Juni 2026.
Dari Kopassus hingga kursi pemerintahan, perjalanan Lodewyk Pusung mencerminkan karier panjang yang penuh pencapaian. Karena itulah, kabar pencopotan dan penangkapannya menjadi perhatian besar publik yang selama ini mengenalnya sebagai salah satu tokoh dengan rekam jejak militer dan birokrasi yang cukup mentereng.