Timnas Indonesia Putri Dibantai Taiwan 0-5, Akira Higashiyama Punya PR Besar Jelang SEA Games 2025

 Claudia Alexandra Scheunemann berebut bola dengan pemain Taiwan
Claudia Alexandra Scheunemann berebut bola dengan pemain Taiwan

 Timnas Indonesia putri harus menelan kekalahan pahit dalam laga uji coba terakhir sebelum tampil di SEA Games 2025 Thailand. Menghadapi timnas putri Taiwan pada ajang FIFA Women’s Matchday di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (29/11/2025), Garuda Pertiwi tumbang dengan skor telak 0-5.

Taiwan yang kini menempati peringkat 42 dunia FIFA tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, sementara Indonesia, yang berada di peringkat 106, kerap melakukan kesalahan mendasar. Dari lima gol yang bersarang ke gawang Garuda Pertiwi, dua di antaranya bahkan terjadi akibat gol bunuh diri.

Pertandingan sempat berlangsung seimbang pada 30 menit pertama. Indonesia mencoba bermain menyerang melalui pergerakan Claudia Scheunemann dan Sheva Imut, yang beberapa kali memberikan tekanan ke pertahanan Taiwan. Namun, selepas menit ke-30, intensitas permainan menurun drastis. Taiwan justru semakin dominan dalam penguasaan bola dan mulai menekan kembali lini pertahanan Indonesia.

Pada menit ke-34, ancaman pertama datang lewat sepakan keras Yi-Yun yang mengarah tepat ke gawang. Katarina Stalin masih mampu melakukan blok krusial untuk menjaga skor tetap 0-0.

Namun, momentum Taiwan muncul semenit kemudian.

Melalui situasi sepak pojok, Sin-Yun membuka keunggulan tim tamu. Tembakan pertamanya sempat ditepis Iris de Rouw, tetapi sapuan lini belakang Indonesia tidak sempurna. Bola kembali jatuh ke kakinya, dan pada kesempatan kedua, ia berhasil menuntaskan peluang menjadi gol. Taiwan unggul 1-0.

Menjelang akhir babak pertama, kesalahan kembali menghantui Indonesia. “Helsya Maeisyaroh kehilangan bola di area berbahaya” dan langsung dimanfaatkan Hsin-Hui dengan sebuah tembakan terukur yang tak mampu dihentikan Iris. Skor berubah menjadi 2-0 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Akira Higashiyama meminta timnya tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Namun upaya tersebut justru berbalik menjadi bumerang. Pada menit ke-69, Taiwan menambah gol ketiga melalui gol bunuh diri Gea Yumanda setelah bola hasil tendangan Saki Matsunaga berubah arah dan masuk ke gawang sendiri.

Taiwan hampir mencetak gol keempat pada menit ke-74 melalui tendangan keras Ying-Hui yang masih membentur mistar. Tapi hanya semenit kemudian, Yu-Chin berhasil lepas dari pengawalan lini belakang Indonesia dan mengalahkan Iris dalam situasi satu lawan satu. Taiwan unggul 4-0.

Petaka belum berhenti. Pada menit ke-87, Yi-Yun kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan jarak jauh yang tak dapat dijangkau Iris. Skor 5-0 menutup laga dan menjadi kekalahan terbesar Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Meski hasilnya mengecewakan, duel ini tetap menjadi momen evaluasi penting jelang tampil di SEA Games 2025 Thailand. Berbagai catatan strategis harus segera dibenahi, mulai dari pengambilan keputusan, koordinasi pertahanan, hingga konsistensi bermain selama 90 menit penuh.

Indonesia tergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, dan tuan rumah Thailand. Laga perdana melawan Thailand pada Kamis (4/12) di Stadion IPE Chonburi akan menjadi ujian sesungguhnya. Pelatih Akira Higashiyama diharapkan mampu memaksimalkan waktu tersisa untuk memperkuat organisasi permainan serta memperbaiki komunikasi antarpemain, terutama di lini belakang dan saat transisi bertahan.