Pernyataan Berkelas Arbeloa Usai Bos Real Madrid Terpincut Mourinho
Bursa pelatih Real Madrid masih memanas. Setelah musim 2025/2026 berakhir tanpa gelar mayor, rumor kepulangan Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu semakin sulit dibendung. Kali ini, sinyal dukungan justru datang dari pelatih interim Los Blancos sendiri, Alvaro Arbeloa.
Mantan bek kanan Real Madrid itu terang-terangan mengaku akan senang apabila Mourinho benar-benar kembali menangani klub raksasa Spanyol tersebut musim depan. Nama Mourinho memang sedang dikaitkan kuat dengan Madrid setelah dikabarkan melakukan negosiasi akhir dengan Presiden klub, Florentino Perez.
Pelatih asal Portugal itu berpotensi kembali ke Bernabeu 13 tahun setelah periode pertamanya berakhir pada 2013.
“Bagi saya sebagai mantan pemain dan Madridista, Jose Mourinho adalah nomor satu. Dia bagian dari keluarga kami,” kata Arbeloa yang dikutip dari media Spanyol El Pais.
Jose Mourinho
“Kalau dia kembali musim depan, saya akan sangat senang melihatnya pulang,” lanjutnya.
Pernyataan Arbeloa semakin memperkuat spekulasi bahwa Real Madrid tengah mempertimbangkan perubahan besar usai musim yang dianggap gagal total. Sebelumnya, kursi pelatih sempat dipegang Xabi Alonso pada awal musim 2025/2026. Namun proyek besar itu runtuh lebih cepat dari perkiraan.
Alonso datang dengan reputasi tinggi usai sukses bersama Bayer 04 Leverkusen, tetapi Madrid justru kesulitan tampil konsisten. Badai cedera menjadi salah satu penyebab utama kehancuran performa Los Blancos sepanjang musim.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez bahkan mengungkapkan Madrid mengalami total 28 kasus cedera yang membuat kondisi tim terus menurun akibat jadwal padat.
“Merekrut Alonso bukan sebuah kesalahan. Kami hampir tidak punya persiapan pramusim. Tim terus bermain tanpa henti dan kondisi fisik pemain menurun drastis,” ujar Perez kepada media Spanyol.
Tak hanya dihantam cedera, Alonso juga disebut mengalami masalah dalam ruang ganti. Hubungan dengan sejumlah pemain inti dikabarkan memburuk seiring hasil negatif yang terus berdatangan. Situasi makin sulit setelah Madrid tersingkir dari Liga Champions dan gagal bersaing dalam perebutan gelar La Liga.
Alonso akhirnya dilepas pada Januari 2026 dan posisinya sementara diambil Arbeloa. Namun pergantian pelatih belum mampu mengangkat performa tim.
Bos Real Madrid Menyukai Mourinho
Presiden Real Madrid, Florentino Perez
Di tengah kekacauan tersebut, nama Jose Mourinho kembali muncul sebagai solusi. Presiden Real Madrid, Florentino, Perez secara terbuka mengakui kekagumannya kepada sosok berjuluk The Special One itu.
“Saya menyukai Mourinho. Dia mengangkat Real Madrid. Setelah masa kepemimpinannya, kami memenangkan enam Liga Champions dalam sepuluh tahun,” kata Perez.
Mourinho sendiri bukan sosok asing bagi publik Bernabeu. Dalam periode 2010 hingga 2013, ia sukses membangun mental kompetitif Madrid yang saat itu sedang berusaha mematahkan dominasi Barcelona era Pep Guardiola.
Salah satu pencapaian terbaiknya datang pada musim 2011/2012 ketika Madrid menjuarai La Liga dengan raihan 100 poin, sebuah rekor yang kala itu dianggap luar biasa.
Selain itu, pengalaman Mourinho di level elite Eropa juga menjadi alasan mengapa namanya kembali dianggap layak memimpin Madrid. Ia pernah membawa FC Porto dan Inter Milan menjuarai Liga Champions, serta menangani klub besar seperti Chelsea FC, Manchester United FC hingga AS Roma.
Di sisi lain, Arbeloa juga harus menghadapi tekanan terkait keputusan mencadangkan Kylian Mbappe saat Madrid menang 2-0 atas Real Oviedo.
Mbappe yang baru pulih dari cedera paha mendapat siulan dari fans ketika masuk sebagai pemain pengganti. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir muncul petisi daring bertajuk “Mbappe Out” yang dikabarkan mendapat jutaan dukungan.
Meski begitu, Arbeloa mencoba meredam situasi dan menegaskan hubungannya dengan sang bintang tetap baik.
“Saya baru saja bertemu dengannya dan mengatakan agar tetap tenang. Saya paham hal seperti ini jadi sorotan besar, padahal sebenarnya cukup normal,” ujar Arbeloa.
“Saya dulu juga pemain. Saya tahu bagaimana rasanya ketika biasanya bermain terus lalu tiba-tiba tidak dimainkan. Saya justru suka karena Mbappe kecewa tidak bermain. Saya akan heran kalau dia tidak ingin tampil,” lanjutnya.