Timur Kapadze Akui Timnas Indonesia Makin Kuat, Terbuka Latih Garuda Usai Era Kluivert

Mantan pelatih Timnas Uzbekistan, Timur Kapadze
Mantan pelatih Timnas Uzbekistan, Timur Kapadze

 Mantan pelatih tim nasional Uzbekistan, Timur Kapadze, menilai kekuatan timnas Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kapadze menyebut progres tersebut terlihat jelas setelah Indonesia mampu menembus babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pada fase tersebut, langkah Indonesia terhenti setelah kalah bersaing dari dua raksasa Asia, Arab Saudi dan Irak, usai perjalanan panjang sejak putaran pertama yang dimulai pada Oktober 2023.

Kapadze menegaskan bahwa pencapaian Indonesia tahun ini menunjukkan perkembangan positif, bukan penurunan performa. Ia menilai kekuatan lawan pada fase tersebut memang jauh lebih berat.

Menurutnya, lawan yang dihadapi pada fase akhir kualifikasi jauh lebih berkualitas, sehingga kegagalan melaju bukan disebabkan Indonesia melemah. “Yang pasti penilaiannya positif, perkembangannya tentunya ada. Kemarin itu lawannya lebih kuat, bukan Indonesia yang lemah,” kata Kapadze setelah melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat.

Soroti Pemain Muda di Timnas Senior

Kapadze secara khusus menyoroti keberanian pelatih Indonesia menggunakan banyak pemain muda berbakat di skuad senior. Ia menyebut nama-nama seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner, dan Ernando Ari Sutaryadi, yang menurutnya menunjukkan perkembangan sangat pesat.

Para pemain tersebut pernah ia hadapi pada Piala Asia U-23 2024 di Qatar, saat tim Uzbekistan bertemu Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada fase semifinal. Dalam laga itu Uzbekistan menang 2-0 sebelum akhirnya melaju ke final dan merebut tiket Olimpiade Paris 2024.

Kapadze menjelaskan bahwa ia membuat analisis terhadap komposisi pemain Indonesia sebelum datang ke Jakarta. Hampir separuh dari skuad senior saat ini, katanya, berasal dari skuad muda yang ia hadapi di Qatar. “Saat melakukan penerbangan ke sini, saya mempelajari siapa saja pemainnya. Hampir 10 hingga 11 pemain yang diambil dari U-23 yang pernah kita lawan dahulu. Perkembangannya bagus,” ujarnya.

Ia menambahkan, para pemain tersebut memiliki bakat besar dan mendapatkan kepercayaan tampil di level senior secara konsisten.

Kedatangan Kapadze ke Indonesia memicu spekulasi besar di media sosial. Banyak pendukung timnas berharap ia bisa menjadi pelatih kepala berikutnya menggantikan Patrick Kluivert.

PSSI sebelumnya mengungkap tengah mengantongi lima nama kandidat pelatih untuk timnas Indonesia. Namun Kapadze membantah kedatangannya berkaitan dengan proses seleksi tersebut. Ia menegaskan dirinya datang murni sebagai undangan acara pariwisata.

Meski begitu, Kapadze tidak menutup pintu apabila suatu saat diminta berdiskusi soal posisi pelatih kepala Garuda. “Kedatangan saya ke sini untuk memenuhi undangan tentang pariwisata. Jadi, tidak ada rencana secara resmi untuk wawancara terkait kepelatihan Timnas Indonesia,” tegasnya.

Namun ia menambahkan secara tidak langsung bahwa dirinya selalu terbuka terhadap peluang baru. “Pada dasarnya, saya akan mempelajari semua tawaran yang masuk. Saya terbuka dengan tawaran,” tutup Kapadze. (Ant)