Apakah Rambut Lepek Bisa Diatasi Secara Permanen? Pakar Ungkap Faktanya

rambut lepek, Cara mengatasi rambut lepek, penyebab rambut lepek, apakah rambut lepek dapat diatasi, Apakah Rambut Lepek Bisa Diatasi Secara Permanen? Pakar Ungkap Faktanya, Lepek dipengaruhi faktor genetik, Folikel dan ketebalan rambut menentukan kecepatan lepek, Potong rambut tidak menjadi solusi, Produk rambut menjadi solusi paling realistis

Rambut lepek menjadi salah satu persoalan kecantikan yang sering dikeluhkan masyarakat Indonesia.

Cuaca panas, kelembapan tinggi, polusi, hingga aktivitas harian yang padat membuat rambut lebih cepat berminyak, sehingga tampak menempel dan kehilangan volumenya. Tapi, bisakah rambut lepek diatasi secara permanen?

“Enggak bisa, itu genetik. Jadi memang dari lahir, kulit kepala kamu punya produksi sebumnya lebih banyak aja,” kata Trichologist sekaligus Founder of Woshday, Rey Nathanael, dalam acara Grand Launch of Woshday di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Lepek dipengaruhi faktor genetik

Ia menjelaskan, rambut lepek bukan sekadar masalah kebersihan atau salah perawatan. Kondisi ini berhubungan erat dengan karakter biologis seseorang.

Rey menegaskan, produksi minyak pada kulit kepala merupakan proses alami yang diatur oleh kelenjar sebasea.

Pada sebagian orang, kelenjar ini memang bekerja lebih aktif dibandingkan orang lain. Inilah alasan mengapa meski sudah keramas di pagi hari, rambut bisa kembali lepek pada sore hari.

Folikel dan ketebalan rambut menentukan kecepatan lepek

Lebih jauh, Rey mengungkapkan bahwa struktur fisik rambut juga berperan penting dalam menentukan seberapa cepat rambut terlihat lepek.

Jumlah dan ukuran folikel rambut, misalnya, dapat memengaruhi seberapa banyak minyak yang diproduksi.

“Mungkin dari folikel, sebumnya lebih banyak, biasanya orang rambut tebal itu lebih cepat lepek,” ujarnya.

Namun, rambut tipis bukan berarti bebas dari masalah. Justru karena helainya lebih ringan dan kecil, minyak lebih mudah membuatnya terlihat menempel.

“Sama halnya dengan rambut tipis juga lepek karena tipis. Jadi memang itu sudah genetik bawaan dari lahir saja,” kata Rey.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa rambut lepek tidak selalu menandakan rambut kotor atau kurang perawatan. Pada banyak kasus, penyebabnya sudah melekat secara alami pada struktur rambut seseorang.

Potong rambut tidak menjadi solusi

Banyak orang mencoba mengatasi rambut lepek dengan memotong rambut lebih pendek agar terasa lebih ringan.

Namun, perawatan tersebut ternyata tidak akan mengubah kondisi kulit kepala secara signifikan.

“Untuk mengatasinya tidak bisa dari gunting rambut di salon, tapi harus dari produk yang digunakan,” ujar Rey.

Meski memberikan tampilan yang lebih segar, memotong rambut tidak memengaruhi produksi minyak. Minyak akan tetap muncul dalam pola yang sama sesuai kondisi bawaan kulit kepala.

Sementara untuk tampilan yang lebih bervolume, beberapa teknik styling dapat digunakan. Hasilnya memang terlihat efektif, tetapi sifatnya sementara dan dianggap tidak praktis jika dilakukan terus-menerus.

“Beberapa solusi mengatasi lepek itu ada catok genteng, styling keriting akar, blow dari akar, sasak, atau dengan produk. Tapi cara yang lain itu ribet dan harus sama profesional,” jelas Rey.

Teknik tersebut membutuhkan alat panas dan keterampilan khusus, serta harus dikerjakan oleh profesional agar hasilnya maksimal.

Namun, rambut tetap akan kembali lepek seiring aktivitas, cuaca, dan kondisi kulit kepala.

Produk rambut menjadi solusi paling realistis

Untuk perawatan jangka panjang, Rey menekankan pentingnya memilih produk yang diformulasikan khusus untuk rambut yang mudah lepek.

“Salah satu cara yang paling mudah dilakukan di rumah yaitu dengan pakai produk, khususnya shampo untuk rambut lepek yang non SLS,” tambahnya.

Shampo non-SLS lebih lembut dan tidak mengiritasi kulit kepala, serta membantu mengontrol minyak berlebih tanpa membuat rambut terasa kering.

Penggunaan produk yang tepat dapat membantu mengurangi tampilan lepek, meski tidak mengubah kondisi genetik penyebabnya.

Rambut lepek tidak dapat dihilangkan secara permanen, karena dipengaruhi oleh faktor genetik, folikel rambut, dan ketebalan rambut seseorang.

Meski begitu, kondisi ini dapat dikelola melalui pemilihan produk yang tepat, terutama shampo khusus rambut berminyak dan bebas SLS.

Teknik styling dapat membantu sesekali, tetapi sifatnya hanya sementara. Dengan pola perawatan yang sesuai, rambut tetap bisa terlihat lebih segar dan tidak mudah lepek sepanjang hari.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.