Pakar Ungkap Alasan Kuat di Balik Kenaikan Emas
Pemangkasan suku bunga bank sentral AS atau The Fed juga menambah katalis kenaikan harga emas.
Menurutnya, harga emas Antam selalu mengikuti pergerakan harga emas dunia (spot gold) dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.
"Itu semua transparan dan dapat diakses oleh publik. Yang jelas, harga emas naik bukan karena Antam menimbun untuk mengerek harga," ungkap dia.
Hal ini menjawab keresahan masyarakat yang merasakan keterbatasan pasokan logam mulia tersebut di masa permintaan tinggi.
Senada, pengamat ekonomi Algooth Putranto menilai Antam harus mengatur kuota distribusi emas agar tetap adil di seluruh butik logam mulia di Indonesia.
"Langkah ini justru menunjukkan tanggung jawab Antam untuk memastikan pemerataan, bukan praktik penimbunan," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa harga emas dunia saat ini berada pada tren tinggi akibat ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan beberapa mata uang utama.
Dalam kondisi tersebut, banyak investor individu beralih ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) sehingga permintaan meningkat tajam.
“Permintaan melonjak, tapi pasokan logam mulia di dalam negeri relatif terbatas. Antam justru berperan menjaga keseimbangan pasokan agar distribusi merata," tegas dia.
Lebih lanjut, Algooth menyebutkan jika Antam merupakan satu-satunya produsen emas batangan di Indonesia yang tersertifikasi Good Delivery List dari London Bullion Market Association (LBMA), sehingga seluruh proses produksi dan penetapan harga mengikuti standar internasional yang ketat dan diaudit secara berkala.
"Sebagai perusahaan publik yang bagian dari MIND ID, Antam memiliki mekanisme tata kelola yang transparan. Segala bentuk manipulasi harga atau penimbunan jelas bertentangan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang diterapkan," paparnya.