Pakar Ungkap Hubungan Camilan dan Penurunan Fokus, Ini Penjelasannya
Sekantong keripik atau sekotak kue di supermarket memang terasa lezat, namun dalam penelitian terbaru, mengonsumsi camilan terlalu banyak bisa memicu brain fog atau kehilangan konsentrasi.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Alzheimer’s & Dementia Diagnosis, Assesment & Disease Monitoring menemukan adanya hubungan antara mengonsumsi makanan ultra-olahan dan kesulitan berkonsentrasi.
Dalam sebuah studi, para peneliti menganalisis data tentang diet dan fungsi kognitif dari 2.192 orang dewasa di Australia melalui kuesioner dan survey, hasilnya orang dewasa berusia 40 dan 70 tahun mengalami demensia awal.
Penelitian soal camilan dan brain fog
Hasil penelitian yang dilansir Food and Wine menemukan bahwa untuk setiap peningkatan 10 persen dalam makanan ultra-olahan yang dikonsumsi seseorang mampu menurunkan fungsi kognitif sebesar 0.05 poin.
Dalam sejumlah penelitian, 10 persen ultra-olahan yang dimaksud setara dengan sebungkus keripik.
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti bernama Lealani Mae Acosta, MD, MPH, profesor madya neurologi klinis di Vanderbilt University Medical Center menjelaskan bahwa makanan dengan ultra-olahan ini memiliki nutrisi yang lebih sedikit.
Jika seseorang mengonsumsi lebih banyak makanan ultra-olahan dan lebih sedikit makan-makanan sehat tinggi serat maka ini dapat berpengaruh pada masalah kognitif, seperti kesulitan fokus.
Bahaya makanan ultra-food pada kesehatan
Penelitian baru mengatakan bahwa makanan ultra-olahan bisa saja mengandung bahan adiktif kimia buatan seperti pewarna, pengemulsi, yang bisa saja pemicu peradangan di tubuh dan otak.
Menurut Sonya Angelone, PhD, RDN, seorang ahli gizi dan ahli diet asal San Fransisco juga menambahkan jika makanan ultra-olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko insulin yang mengatur gula darah dan jika ada ketidakseimbangan akan berpengaruh pada fungsi kognitif.
Davide Cappon PhD, juga menjelaskan bahwa makanan ultra-olahan ini bukan penyebab satu-satunya.
Ada berbagai faktor yang bisa mempengaruhi kesulitan konsentrasi hingga gangguan kognitif lainnya seperti kebiasaan doom scrolling yang tidak ada tujuannya, kualitas tidur yang memburuk dan stress yang berkepanjangan.
Tips konsumsi camilan yang tepat
Selain menghindari makanan atau camilan yang tinggi kadar garam dan pemanis buatan. Acosta juga menyarankan untuk kembali pada gaya hidup sehat.
Mulai dengan kebiasaan olahraga rutin, tidur berkualitas, hingga makan-makanan yang tinggi sayur-sayur, daging dan berbagai makanan berserat lainnya.
Jika setelah melakukan perubahan tersebut kemudian kamu masih mengalami gejala dan kurang konsentrasi baiknya untuk berkonsultasi pada layanan kesehatan yang tersedia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang