Timnas U22 Indonesia Vs Mali: Penyelesaian Akhir dan Keseimbangan Jadi Kunci

Dony Tri Pamungkas, Mauro Zijlstra, Timnas U22 Indonesia, Indra Sjafri, indonesia vs mali, Timnas U22 Indonesia Vs Mali: Penyelesaian Akhir dan Keseimbangan Jadi Kunci

Pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai laga uji coba internasional kedua melawan Mali akan menjadi ujian mental sekaligus tolok ukur ketajaman Timnas U22 Indonesia mengarungi SEA Games 2025 di Thailand Desember mendatang.

Meski tim berupaya tampil lebih menekan, ia menegaskan bahwa Timnas U22 Mali bukan lawan yang mudah dikuasai dengan pressing tinggi.

Menurutnya, dalam laga pertama, pressing Indonesia baru berjalan efektif setelah menit ke-15, dengan Ivar Jenner sebagai motor utamanya. Namun, begitu Indonesia mencoba menekan hingga ke area lawan, efektivitas menurun.

“Agak pelik mengharapkan bahwa Mali akan bisa kita tekan dengan kita main pressing. Tapi setelah kita bermain pressing ke lapangan mereka apa yang dilakukan Ivar di pertandingan pertama banyak gagalnya,” ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada kompas.com.

Selain itu masalah lain muncul dari sisi penyelesaian akhir. Ia menyoroti sektor sayap yang sebenarnya cukup hidup lewat pergerakan Dony Tri Pamungkas, tetapi keputusan akhir yang masih ragu antara menembak atau melepas umpan membuat peluang emas tak tercipta untuk Mauro Zijlstra.

Akibat ketidakmaksimalan eksekusi tersebut, Indonesia hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit, satu mudah diamankan kiper Mali dan satu lainnya melenceng tipis.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya Timnas U22 Indonesia memperbaiki efektivitas serangan pada laga uji coba kedua.

“Jadi intinya adalah bagaimana memaksimalkan peluang kita di depan sambil juga balance ke pertahanan karena kemarin di uji coba pertama gagal total karena efektif Mali,” imbuhnya.

Rotasi Wajib Dilakukan, Bukan Sekadar Formalitas

Selain itu ia menyoroti keputusan pergantian pemain yang dilakukan pada laga pertama melawan Timnas U22 Mali terjadi pada menit-menit akhir yang dinilainya kurang memberikan manfaat.

“Karena ini uji coba terakhir jadi harus ada rotasi, dicoba untuk mendapatkan apa yang terbaik. Karena sebelumnya ada 3 pergantian sekaligus di menit 90 yang rasanya percuma dicoba, layaknya dilakukan 60 menit sehingga ada waktu 30–45 menit untuk mencoba lapis kedua di bangku cadangan,” tutur Gita Suwondo.

Dony Tri Pamungkas, Mauro Zijlstra, Timnas U22 Indonesia, Indra Sjafri, indonesia vs mali, Timnas U22 Indonesia Vs Mali: Penyelesaian Akhir dan Keseimbangan Jadi Kunci

Pemain Timnas U22 Indonesia Kakang Rudianto (kiri) berduel dengan pemain Mali Maulaye Haidara (kedua kiri) pada pertandingan persahabatan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.

Ia menilai uji coba harus dimanfaatkan untuk memberi menit bermain yang cukup bagi pelapis, terutama karena laga ini menjadi kesempatan terakhir sebelum fokus penuh menatap SEA Games 2025.

Misi Balas Dendam Garuda Muda

Timnas U22 Indonesia akan kembali menghadapi Mali di Stadion Pakansari Cibinong, kabupaten Bogor, Selasa (18/11/2025) malam ini. 

Garuda Muda bertekad membalas kekalahan 0-3 pada laga uji coba internasional pertama akhir pekan lalu. Meski kalah, tim dinilai tidak tampil buruk. Dengan penguasaan bola mencapai 49 persen dan sempat menunjukkan kemampuan untuk mengimbangi permainan lawan.

Namun, eksperimen susunan pemain seperti Rafael Struick yang ditempatkan sebagai gelandang dan Dony Tri sebagai winger belum mampu membongkar pertahanan solid Mali.

Untuk laga kedua ini, ia diperkirakan mencoba kombinasi berbeda meski diprediksi Mali tetap tampil serius meski sudah menang besar. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.