Belum Resmi Dikontrak PSSI, Timur Kapadze Sudah Berkorban untuk Timnas Indonesia?
Keputusan mengejutkan diambil Timur Kapadze. Pelatih asal Uzbekistan itu memilih mundur dari jabatan asisten pelatih Timnas Uzbekistan, padahal punya peluang besar untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Kapadze sejatinya merupakan sosok penting di balik kesuksesan The White Wolves menembus Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, setelah Federasi Sepakbola Uzbekistan menunjuk legenda Italia, Fabio Cannavaro, sebagai pelatih kepala, Kapadze turun jabatan menjadi asisten pelatih.
Sayangnya, posisi itu hanya bertahan singkat. Ia memilih mundur setelah mendampingi Cannavaro dalam dua laga internasional.
“Saya banyak berpikir. Tentu saja, lolos dan berpartisipasi di Piala Dunia adalah impian semua orang,” ujar Kapadze, dikutip dari Gazeta Uzbekistan.
“Tapi saya mempertimbangkan semuanya dengan matang. Pelatih baru sudah datang, dan saya bisa saja tetap menjadi stafnya. Namun, saya merasa itu akan menimbulkan ketidaknyamanan. Saya pernah menjadi pelatih tim ini, dan agar tidak memengaruhi pekerjaannya, saya memutuskan untuk mundur,” lanjutnya.
Langkah ini menunjukkan karakter kuat Kapadze sebagai pelatih yang menjunjung profesionalisme dan prinsip. Ia tak ingin sekadar menjadi bagian dari staf, melainkan ingin kembali memimpin tim dengan visi serta gayanya sendiri.
“Pada dasarnya, saya adalah pelatih kepala. Saya ingin bekerja secara independen karena punya visi, ide, dan pandangan sendiri tentang permainan. Karena itu, saya memilih jalur di mana saya bisa memimpin tim dan mencapai tujuan baru,” tegas Kapadze.
Kini, nama Timur Kapadze tengah hangat dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Indonesia. Ia disebut-sebut masuk radar PSSI untuk menggantikan posisi yang sedang kosong.
Jika benar menjadi pelatih Garuda, Kapadze akan membawa pengalaman besar, termasuk keberhasilannya membawa Uzbekistan tampil di Olimpiade 2024 dan mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 — dua pencapaian yang belum pernah diraih pelatih manapun di negaranya.
Langkah Kapadze mundur dari peluang tampil di panggung dunia tampak bukan tanpa alasan. Ia sedang mencari tantangan baru, dan Indonesia bisa jadi destinasi berikutnya bagi pelatih berusia 44 tahun itu.