Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk soal Timur Kapadze

Pelatih Uzbekistan U-23, Timur Kapadze
Pelatih Uzbekistan U-23, Timur Kapadze

 Harapan Timnas Indonesia untuk merekrut Timur Kapadze sebagai pelatih anyar tampaknya tak akan berjalan mulus. Juru taktik asal Uzbekistan itu ternyata juga masuk radar dua negara lain, yakni Turki dan China.

Kapadze baru saja resmi mundur dari posisinya sebagai asisten pelatih Timnas Uzbekistan pada Selasa, 11 November 2025. Keputusan itu diambil agar dirinya bisa membuka peluang karier baru secara independen.

Sebelumnya, pelatih berusia 44 tahun itu sempat memimpin Uzbekistan pada 2024 dan sukses membawa tim berjuluk The White Wolves lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, usai pencapaian tersebut, posisinya digantikan oleh legenda Italia, Fabio Cannavaro. 

Kapadze kemudian turun jabatan menjadi asisten pelatih, sebelum akhirnya memilih mundur setelah hanya sebulan menjabat.

Nama Timur Kapadze kemudian santer dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Indonesia. Bahkan, ia sempat mengaku siap menerima tawaran resmi jika datang dari pihak PSSI.

Namun begitu, Kapadze juga mengungkapkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya pihak yang menunjukkan ketertarikan. Beberapa tim dari luar negeri juga sedang menjajaki peluang kerja sama dengannya.

“Saat ini tidak ada tawaran dari tim nasional Kazakhstan. Saya tidak tahu dari mana informasi itu berasal. Mungkin hanya sekadar pembicaraan,” ujar Kapadze kepada Gazeta Uzbekistan.

“Mengenai Indonesia, proses ini sedang dipertimbangkan di sana. Pembahasan juga sedang berlangsung dengan Turki dan Tiongkok. Apakah semua ini akan terwujud atau tidak, waktu yang akan menjawab,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya belum bisa memastikan langkah berikutnya. “Sulit untuk mengatakan sesuatu yang spesifik saat ini," ucapnya.

"Jika semuanya berjalan lancar, kami akan pergi dan bekerja. Tapi mungkin saya juga tetap di negara asal dan melanjutkan pekerjaan di sini,” tutur Kapadze.

Dengan situasi ini, peluang Indonesia untuk mendapatkan tanda tangan Timur Kapadze masih menggantung. Persaingan dengan negara lain membuat PSSI harus bergerak cepat jika benar-benar ingin menjadikannya nakhoda baru Skuad Garuda.