Timnas Indonesia U-17 Masih Punya Peluang, Tapi Ini Syaratnya
Harapan Timnas Indonesia U-17 untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia U-17 2025 ternyata belum sepenuhnya tertutup. Meski menelan dua kekalahan beruntun di fase grup, peluang skuad Garuda Muda masih ada dengan syarat yang berat: menang besar atas Honduras.
Piala Dunia U-17 edisi 2025 ini memang berbeda dari sebelumnya. Jumlah peserta bertambah dua kali lipat, dari 24 tim menjadi 48 tim. Konsekuensinya, fase gugur juga berubah. Jika pada edisi 2023 di Indonesia babak gugur dimulai dari 16 besar, kali ini sistem baru mempertemukan 32 tim di babak awal knockout.
Artinya, peluang lolos kini terbuka lebih luas. Sebanyak 32 tim yang melaju terdiri dari 24 tim penghuni dua posisi teratas di tiap grup, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik. Dengan sistem ini, Indonesia yang saat ini masih berada di posisi ketiga Grup H, masih bisa berharap — setidaknya secara matematis.
Namun, situasinya jauh dari mudah. Indonesia berada di posisi ke-12 dalam klasemen mini tim-tim peringkat ketiga, atau dengan kata lain posisi paling bawah. Dua kekalahan dari Zambia (1-3) dan Brasil (0-4) membuat tim asuhan Nova Arianto itu belum mengoleksi satu pun poin, dengan selisih gol -6.
Di atas Indonesia, ada Kosta Rika, Uganda, dan Qatar yang masih punya peluang lebih besar karena unggul dalam produktivitas gol maupun jumlah poin. Kolombia saat ini menempati posisi terakhir yang berhak lolos otomatis dengan dua poin dan selisih gol 0. Negara Amerika Selatan itu akan memainkan laga terakhirnya melawan Korea Utara.
Sementara Maroko dan Tunisia sudah hampir pasti melangkah ke 32 besar setelah meraih tiga poin dari tiga laga. Inggris dan Republik Ceko juga berada di jalur aman, masing-masing memiliki tiga poin dan selisih gol positif. Sedangkan Paraguay, Arab Saudi, dan Meksiko masih berpeluang menambah poin pada laga pamungkas mereka.
Bagi Indonesia, situasi ini membuat laga terakhir melawan Honduras menjadi hidup-mati. Bukan sekadar menang, tetapi harus menang dengan skor telak. Berdasarkan hitung-hitungan klasemen, Indonesia perlu menang setidaknya 7-0 untuk menembus zona aman delapan besar peringkat ketiga terbaik.
Jika skenario itu terjadi — Indonesia menang 7-0 dan Kolombia kalah dari Korea Utara — maka peluang Garuda Muda naik ke posisi kedelapan klasemen mini masih terbuka. Tapi peluang itu belum sepenuhnya aman. Uganda, yang akan menghadapi Prancis pada 11 November, bisa saja merusak perhitungan jika mampu mencuri poin dari raksasa Eropa itu.
“Secara matematis peluang masih ada. Anak-anak pasti akan berjuang sampai menit terakhir,” ujar pelatih Nova Arianto dalam keterangan usai laga kontra Brasil. “Kami sadar hasil belum maksimal, tapi kami ingin menutup fase grup dengan kemenangan.”
Dengan sistem baru ini, keberuntungan dan selisih gol menjadi faktor penentu. Selain wajib menang besar, Indonesia juga bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain. Paraguay, Arab Saudi, dan Meksiko harus menelan kekalahan agar peluang Indonesia semakin terbuka.
Meski berat, semangat para pemain Garuda Muda diharapkan tidak padam. Pertandingan melawan Honduras sore ini akan menjadi ujian terakhir — apakah Indonesia bisa menciptakan keajaiban seperti yang diharapkan publik sepak bola nasional.