Timnas U17 Indonesia Tak Parkir Bus Lawan Brasil, Modal Duel Hidup-Mati Lawan Honduras

Timnas U17 Indonesia bersiap menghadapi laga pamungkas babak penyisihan Grup H Piala Dunia U17 2025 kontra Honduras.
Partai Timnas Indonesia vs Honduras akan akan berlangsung di Lapangan 2 Aspire Zone, Doha, Senin (10/11/2025) pukul 21.45 WIB.
Timnas U17 Indonesia bertekad bangkit usai mengalami kekalahan telak 0-4 dari Brasil di laga sebelumnya.
Kendati kalah, Timnas U17 Indonesia menunjukkan keberanian, kerja keras, dan mental baja.
Tim asuhan pelatih Nova Arianto tidak gentar menghadapi raksasa sepak bola dunia.
Di mata pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo, penampilan Timnas U17 Indonesia justru meninggalkan kesan positif.
“Keseluruhan sih kita kalah kelas lawan Brasil ya, tapi harus acungan jempol untuk tim berani meladeni Brasil tanpa parkir bus,” ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu.
Perlawanan Timnas U17 Indonesia
Seperti diketahui, Brasil memulai laga dengan mantap. Baru tiga menit, Luis Eduardo menanduk bola ke gawang Dafa Algasemi, membuat skor 1-0 untuk Selecao.
Tekanan terus datang dan tendangan Kayke yang membentur Putu Panji membuat bola berbelok arah dan menambah penderitaan Garuda Muda.
Lalu, jelang turun minum, tembakan voli Felipe Morais membuat skor menjadi 3-0.
“Pada 15 menit pertama bahkan saat gol pertama terjadi dari set pieces yang kita memang kalah kelas dan bola udara kita meladeni dengan high pressing tinggi."
"Jadi kita lebih dulu mencegah mereka untuk tidak masuk ke daerah pertahanan kita. Tapi balik-balik lagi sesudah 15 menit ya menurun karena skill individu Brasil,” tutur Gita Suwondo.
Namun, Indonesia tidak menyerah begitu saja, di babak kedua, pelatih Nova Arianto memasukkan Zahaby Gholy dan Mierza Firjatullah, mencoba membalikkan situasi.
Serangan balik cepat, pressing tinggi, dan semangat pantang menyerah terus dipertontonkan. Walaupun akhirnya Ruan Pablo menutup laga dengan gol indah dari luar kotak penalti.
“Tekanan-tekanan mereka dan gol-golnya itu sebenarnya gol nemu di babak pertama, kedua dan ketiga. Gol keempat di babak kedua memang kelas. Itu buktinya bahwa Pablo sangat luar biasa memanfaatkan ruang kosong."
"Termasuk gol ketiga di mana Morais cepat sekali keeping (bola) dan langsung shooting melewati lima pemain yang tidak sempat memblok,” imbuhnya.
Skuad Timnas U17 Indonesia berfoto sebelum bertanding melawan Timnas Brasil pada laga Grup H Piala Dunia U17 di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, Jumat (7/11/2025).
Gita Suwondo menilai Nova Arianto, yang merupakan mantan asisten pelatih Shin Tae-yong di timnas senior, berhasil menanamkan rasa percaya diri kepada Zahaby Gholy dkk.
“Kalau melihat penampilan kita lawan Zambia, di laga ini ada progres lah. Walaupun kita tidak mendapat peluang karena lawannya Brasil yang menutup semua peluang kita. Tapi kita berani ngotot dan meladeni,” ujar mantan jurnalis olahraga senior itu.
“Masuknya Gholy dan Mierza banyak membantu. Sayang saat Gholy memegang bola hanya skill individu yang dikeluarkan berusaha melewati barisan pemain Brasil dan tidak berhasil karena teman-temannya tidak membuka ruang untuk Gholy menciptakan peluang,” sambungnya.
Masih Ada Harapan untuk Timnas U17 Indonesia
Usai dua kali menelan kekalahan di babak penyisihan Grup H Piala Dunia U17 2025 dari Zambia (1-3) dan dari Brasil (0-4), peluang Indonesia untuk melaju ke babak selanjutnya belum sepenuhnya tertutup.
Guna membuka kans lolos via jalur peringkat tiga terbaik, Timnas U17 Indonesia mesti menang atas Honduras di partai terakhir.
“Untuk gol difference, Honduras kalah dari Zambia (2-5), kita masih unggul di peringkat ketiga dengan -6, satu masuk dan tujuh kemasukan dibandingkan Honduras yang sudah dua memasukkan dan 12 kemasukan."
"Jadi minus 10, kita tinggal hasil seri untuk urutan ketiga, tapi hasil seri tidak membantu kita,” kata Gita Suwondo.
“Harus menang lawan Honduras, lupakan skornya berapa, pokoknya kita harus menang. Setidaknya kita punya defisit minus lima gol yang mungkin saja membantu kita lolos dengan tiga poin, satu dari delapan urutan (ketiga) terbaik."
"Kalaupun tetap berat, setidaknya dengan menang menjadi kemenangan pertama timnas U-17 Indonesia di Piala Dunia U17 dan juga menjadi pencapaian lebih baik dari tim asuhan Bima Sakti dua tahun lalu,” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.