Horor Campur Komedi, Ada Teror Kocak dan Kisah Keluarga yang Bikin Penasaran di Film Tiba-Tiba Setan
Perpaduan horor dan komedi hadir dalam film Tiba-Tiba Setan, yang menawarkan cerita penuh kejutan dengan konflik keluarga, misteri, hingga teror supranatural yang muncul tanpa diduga. Film ini dirancang tidak hanya untuk membuat penonton tegang dan tertawa, tetapi juga menghadirkan kisah emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menjelang penayangannya di bioskop pada 16 April 2026, para pemain dan tim produksi membagikan berbagai cerita di balik layar, mulai dari proses kreatif, tantangan syuting, hingga harapan besar agar film ini bisa diterima oleh penonton Indonesia dari berbagai kalangan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Executive producer David mengungkapkan rasa bangganya terhadap seluruh tim yang telah bekerja keras mempromosikan film ini. Ia menilai antusiasme para pemain dan kru menjadi salah satu kekuatan utama di balik produksi film tersebut.
“Nah, jadi updatenya sejak waktu kita release poster sampai sekarang... kita udah kencang-kencang banget untuk mempromosikan film ini... dan semoga terpapar,” ujar David dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 10 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa kekompakan tim menjadi faktor penting dalam perjalanan film ini hingga siap tayang di bioskop.
“Film pertama yang saya merasa seluruh tim... gak cuma produser, tapi kru, Pak Isi, semua pemainnya itu benar-benar... ingin untuk mempromosikan film ini bareng-bareng menggunakan channel mereka masing-masing. Jadi ini energinya luar biasa sekali,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, penulis naskah Uka mengungkapkan bahwa ide cerita film ini sebenarnya sudah lama ia simpan sebelum akhirnya diproduksi. Ia menilai setiap karakter dalam film memiliki peran penting yang saling berkaitan.
“Cerita ini sebenarnya aku bikin udah lama banget... dan saya rasa waktu saya nge-pitch cerita ini... bahwa karakter-karakter setiap karakter di cerita ini itu sangat spesial,” ujar Uka.
Ia menegaskan bahwa film ini tidak hanya berfokus pada unsur horor dan komedi semata, tetapi juga menghadirkan kisah persahabatan dan keluarga yang kuat.
“Dan bukan cuma horor komedi biasa. Tapi kita punya cerita persahabatan, punya cerita keluarga,” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan oleh tim pengembang komedi Ridho, yang menjelaskan bahwa keseimbangan antara humor dan cerita menjadi perhatian utama selama proses penulisan naskah.
“Kita tajamin lagi komedinya... terutama itu sekuens-sekuensnya... makanya kita akhirnya perjuangin porsi teman-teman biar jangan tumpang tindih,” kata Ridho.
Sutradara Etienne Caesar menjelaskan bahwa film ini dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang berbeda. Tidak hanya sekadar menakutkan atau mengundang tawa, tetapi juga menghadirkan pesan emosional bagi penonton.
“Kita pengen create satu experience nonton yang bukan cuma tentang ketakutan... tapi ada yang bisa sedikit dibawa pulang,” katanya.
Para pemain juga membagikan pengalaman unik selama proses syuting. Aktor Oki Rengga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya soal adegan, tetapi juga menjaga stamina selama proses produksi yang panjang.
“Ada momen satu scene kita ngerjainnya dari jam setengah 8 malam sampai jam setengah 5 pagi... karena emang teknis... sangat menguras energi dan stamina,” cerita Oki.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa adegan aksi membutuhkan usaha ekstra.
“Tadinya ada body double untuk aku... aku kan berasa diriku Jackie Chan ya... ga perlu body double gitu... aku bisa melakukan ini sendiri,” tambahnya.
Di akhir konferensi pers, para produser menyampaikan harapan besar agar film ini dapat diterima oleh masyarakat luas. Mereka berharap dukungan media dan penonton dapat membantu film ini menjangkau lebih banyak orang.