Melani Mecimapro Buka Suara Soal Kasusnya dan Sampaikan Permintaan Maaf

Direktur Utama PT Melania Citra Permata (Mecimapro), Fransiska Melani
Direktur Utama PT Melania Citra Permata (Mecimapro), Fransiska Melani

 Kasus yang melibatkan Direktur Utama PT Melania Citra Permata (Mecimapro), Fransiska Melani, kembali menjadi sorotan publik. Seperti diketahui, Melani sebelumnya terseret kasus dugaan penggelapan dana konser K-Pop TWICE di Jakarta. 

Melalui pernyataan resmi tim kuasa hukumnya dan surat pribadi yang ditulis tangan, Melani akhirnya buka suara soal proses hukum yang tengah dihadapinya dan kondisi perusahaan yang kini tengah sulit. Tim kuasa hukumnya, Syamsudin Baharuddin dan Adi Bagus Pambudi, menegaskan bahwa perkara yang menimpa kliennya bukanlah tindak pidana, melainkan murni perkara perdata. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Mereka menjelaskan, akar masalah berawal dari perjanjian antara PT Media Inspirasi Bangsa dan PT Melania Citra Permata, sebagaimana tertulis dalam Perjanjian No: 123/LEGAL-IDN/X/2023 tertanggal 17 Oktober 2023. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa setiap perselisihan harus diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), bukan lewat jalur pidana.

“Bahwa sangat jelas dan nyata perkara a quo adalah perkara perdata murni dan bukan merupakan tindak pidana,” jelas kuasa hukum Melani dalam keterangan resminya pada Jumat, 7 November 2025. 

Mereka juga menambahkan bahwa Melani dan timnya telah beritikad baik untuk menyelesaikan permasalahan sesuai perjanjian yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan untuk menjaga keterbukaan kepada publik serta memberikan kejelasan terhadap situasi yang berkembang.

Namun di balik kerumitan kasus ini, Melani menunjukkan sisi lain dirinya yang jarang terlihat publik. Dalam surat pribadinya, ia menuliskan refleksi mendalam tentang perjalanan panjang Mecimapro sejak berdiri pada tahun 2015. 

“Banyak suka dan duka yang saya alami, namun dengan kecintaan saya yang besar akan musik K-pop, saya harus bertahan,” tulis Melani.

Ia juga mengakui bahwa selama perjalanan kariernya, ada banyak kesalahan yang mungkin mengecewakan orang lain. 

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada para fans K-pop yang pernah menonton acara kami, rekan bisnis, vendor, dan pihak-pihak lain yang telah mendukung kami,” tulisnya.

Dalam surat itu, Melani juga menyinggung kondisi perusahaan yang tengah sulit. Meski begitu, ia tetap optimistis. 

“Kondisi perusahaan kami sedang tidak baik, namun saya percaya kami akan dapat bangkit berkat dukungan banyak pihak yang percaya pada kami,” ungkapnya.

Melani menutup suratnya dengan penuh harapan agar masalah hukum ini bisa segera selesai dan ia dapat kembali berkarya. 

“Saya percaya bahwa sistem hukum di Indonesia dapat memberikan keadilan bagi banyak orang,” ujarnya.