Heboh! Dugaan Buzzer Bayaran di Balik Video Permintaan Maaf Sarwendah

Sarwendah
Sarwendah

 Nama Sarwendah kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, mantan istri Ruben Onsu tersebut diterpa isu tak sedap setelah muncul dugaan bahwa ada upaya pengerahan buzzer untuk membanjiri kolom komentar video permintaan maaf yang diunggahnya.

Perbincangan tersebut bermula dari unggahan sebuah akun Threads bernama @arfdeatan pada Jumat, 5 Juni 2026. Dalam unggahan itu, pemilikakun membagikan tangkapan layar yang diduga berisi instruksi untuk memberikan komentar positif pada video permintaan maaf Sarwendah yang beredar di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam tangkapan layar yang viral tersebut, terlihat adanya keterangan yang menawarkan imbalan kepada pihak tertentu untuk memberikan respons positif terhadap unggahan sang artis.

"Like, komen positif Facebook. Fee, Rp350p," tulis unggahan itu, dikutip Sabtu 6 Juni 2026.

Sarwendah

Tak hanya itu, dalam instruksi yang beredar juga disebutkan beberapa contoh komentar yang diarahkan untuk dituliskan oleh para pemberi komentar. Di antaranya seperti, "Semoga jadi pembelajaran yang baik ke depannya. Tetap semangat ya" hingga "Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan".

Meski telah disediakan contoh komentar, pihak yang diduga memberikan arahan tersebut tetap meminta agar para komentator tidak menyalin kalimat yang sama persis.

"NARASI KOMEN (tolong jangan copas komenya kembangkan dan jangan samakan dengan lain," bunyi intruksi itu.

Namun, akun yang mengunggah tangkapan layar itu mengaku tidak tertarik mengikuti arahan tersebut. Bahkan ia secara terbuka membagikan dugaan adanya praktik buzzer tersebut ke publik.

"Cih, gue juga nggak butuh fee receh lu," kata pemilik akun.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti maksud nominal "Rp350p" yang tercantum dalam unggahan tersebut. Sebagian warganet menafsirkan huruf "p" sebagai singkatan dari perak, sementara lainnya menduga itu merujuk pada nominal ribuan rupiah.

Isu tersebut langsung memicu beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menyayangkan apabila benar ada upaya membentuk opini publik melalui komentar berbayar, terlebih dalam konteks video permintaan maaf.

"Ih malu banget pake buzzer. Pembelajaran buat semuanya, terutama publik figur, apa-apa harus difilter," kata netizen.

"Takut besok guncang 6.6, produknya nggak laku," jawab lainnya.

Di tengah ramainya tudingan tersebut, perhatian publik juga kembali tertuju pada video permintaan maaf Sarwendah yang sebelumnya menjadi sorotan. Permintaan maaf itu muncul setelah konflik dan polemik yang melibatkan dirinya dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, menjadi konsumsi publik.

Dalam video tersebut, Sarwendah menyampaikan permohonan maaf atas ucapan bernada kasar yang sempat terekam dan kemudian beredar luas di media sosial. Ia mengakui bahwa potongan video tersebut telah memicu kegaduhan dan menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, sebagian netizen menilai permintaan maaf itu belum sepenuhnya menjawab polemik yang berkembang. Pasalnya, Sarwendah tidak secara spesifik menyebut nama Ruben Onsu dalam klarifikasinya. Hal tersebut membuat sebagian publik mempertanyakan ketulusan permintaan maaf yang disampaikan.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Sarwendah terkait tudingan penggunaan buzzer tersebut. Kebenaran informasi yang beredar di media sosial pun masih belum dapat dipastikan.