Isi Permintaan Maaf Lengkap Insanul Fahmi ke Wardatina Mawa

Insanul Fahmi.
Insanul Fahmi.

 Insanul Fahmi menunjukkan niatnya berdamai dengan Wardatina Mawa. Ia secara resmi menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada sang istri, Wardatina Mawa atau Mawa, beserta keluarga besar. 

Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena sebelumnya Mawa menetapkan permintaan maaf secara terbuka sebagai syarat pertama agar proses penyelesaian persoalan rumah tangga mereka dapat berlanjut.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui sebuah video pernyataan di akun Instagramnya. Dalam rekaman tersebut, Insanul Fahmi tampil dengan raut wajah serius dan nada bicara yang terkontrol. 

Ia mengakui kesalahan yang telah mencederai kepercayaan keluarga, sekaligus menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas dampak yang timbul.

Dalam pembukaan pernyataannya, Insanul Fahmi menegaskan sikap rendah hati dan kesadarannya sebagai manusia yang tidak luput dari kekhilafan.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Insanul Fahmi. Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati dan kesadaran penuh sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada istri saya, Wardatina Mawa, beserta Ibu dan Ayah, juga keluarga besar tentunya yang sangat saya hormati,” ujar Insanul Fahmi, dikutip Sabtu 24 Januari 2026.

Ia kemudian mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan luka emosional dan kegaduhan yang berdampak luas.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kekhilafan dan kelalaian saya selama ini telah menorehkan luka yang cukup dalam. Saya sadar, saya telah menghancurkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun. Serta menimbulkan kegaduhan yang membebani istri dan keluarga besar,” ujarnya lagi.

Penyesalan mendalam juga ia sampaikan terkait kegagalannya menjaga amanah rumah tangga.

"Dari lubuk hati terdalam, saya mengakui penyesalan saya. Saya menyesal, telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami. Saya menyesal telah membiarkan ego saya melukai banyak pihak,” ucapnya.

Lebih lanjut, Insanul Fahmi menekankan bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan tanpa pembelaan diri.

"Namun izinkan, permohonan maaf ini menjadi langkah awal saya untuk mengakui kesalahan saya secara jantan, tanpa tapi dan tanpa pembelaan,” ucapnya lagi.

"Saya tegaskan di sini, tidak ada pihak lain yang patut disalahkan selain diri saya sendiri. Segala kekacauan ini adalah murni tanggung jawab saya sebagai laki-laki,” tambahnya.

Dalam bagian yang paling emosional, ia menyatakan sikapnya terhadap keputusan Mawa di masa depan.

"Kepada Mawa, saya menghormati sepenuhnya apapun perasaan dan keputusanmu saat ini. Saya sadar butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan hati yang terluka. Saya tidak... tidak akan memaksa. Namun saya tidak akan berhenti berharap. Saya siap menunggu pintu maaf itu terbuka,” terang Insanul.

Ia juga menyatakan kesiapannya menghadapi proses hukum yang berjalan.

"Sembari saya menjalani seluruh proses hukum dan konsekuensi hidup ini sebagai bentuk pertanggungjawaban saya di dunia dan akhirat,” tukasnya.

Diketahui, permintaan maaf terbuka ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya antara Insanul Fahmi dan Mawa, di mana ia telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung, meski belum memperoleh respons verbal. 

Wardatina Mawa sendiri menetapkan dua syarat agar permintaan maaf dapat dipertimbangkan. Syarat pertama, yakni permintaan maaf terbuka melalui media, kini telah dipenuhi. Sementara syarat kedua, berupa pembuktian pernikahan siri yang diklaim terjadi pada 7 Agustus, masih menjadi sorotan publik.

Dengan terpenuhinya syarat awal ini, perhatian publik kini tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil Insanul Fahmi dalam memenuhi tuntutan kedua tersebut.