Intip Perjalanan Karir Cemerlang Roy Suryo dari Dosen hingga Jadi Mantan Menteri

Pakar Telematika Roy Suryo
Pakar Telematika Roy Suryo

 Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang tersangka kasus tuduhan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi). Adapun delapan tersangka salah satunya adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri  menegaskan, penetapan tersangka ini dilakukan karena penyidik sudsb berkesimpulan mereka diduga menyebarkan tuduhan palsu dan memanipulasi dokumen ijazah dengan metode yang tidak ilmiah.

"Penyidik penyibukan bahwa para tersangka telah menyebarkan tuduhan palsu dan melakukan edit serta manipulasi digital terhadap dokumen ijazah dengan metode analisis yang tidak ilmiah dan menyesatkan publik," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat  November 2025.

Menyusul dengan penetapan tersangka Roy Suryo, sosoknya pun ramai mendapat perhatian luas publik termasuk soal perjalanan karirnya. Lantas seperti apa perjalanan karir Roy Suryo yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini?

Melansir dari berbagai sumber, Roy Suryo sempat mengajar sebagai dosen di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta sejak 1994 hingga 2004. Selain itu, ia juga pernah menjadi dosen tamu di Program D3 Komunikasi UGM. 

Di luar aktivitas mengajar, Roy Suryo dikenal aktif berbicara di berbagai forum dan media massa mengenai topik teknologi informasi, fotografi digital, serta isu-isu multimedia. Popularitasnya mulai menanjak di awal 2000-an saat ia sering tampil di televisi sebagai narasumber ahli dalam berbagai kasus yang menyangkut rekaman digital dan forensik teknologi. 

Roy Suryo juga pernah menjadi Tutor Diklat RCTI, TPI & Reguler di SAV Puskat & Mandiri di tahun 1997. Dia juga menjadi Widyaiswara Sistem Informasi Diklat Depdagri & Deppen mulai tahun 1998, Konsultan Internet & Video Teleconference Polda DIY mulai tahun 1999. Roy Suryo juga pernah menjadi Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Teknologi / BPTIY mulai tahun 1999, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2004-2005.

Di bidang politik, Roy Suryo memulai karirnya di tahun 2005 dengan masuk partai Demokrat. Dia kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrat dari daerah pemilihan Yogyakarta pada tahun 2009 . Di tahun 2014 dia juga kembali menjadi calon legeslatif, saat itu dirinya tercatat sebagai caleg peraih suara terbanyak.

Dia memilih untuk mengundurkan diri pada Januari 2013 setelah ditunjuk menggantikan Andi Mallaranggeng yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Roy Suryo juga diketahui sempat didapuk sebagai wakil ketua umum Partai Demokrat di tahun 2018. Namun pada September 2018 lalu dirinya mengundurkan diri dengan alasan ingin fokus mengembalikan aset ke Kementerian Pemuda dan Olahraga dan tidak ingin partai terkait dengan kasus tersebut.

Pada April 2019, Roy mencalonkan diri kembali ke DPR, tetapi dia dan Partai Demokrat gagal mendapatkan suara yang cukup untuk memiliki perwakilan Yogyakarta masuk DPR RI untuk periode 2019-2024.