Mantan Pemain Timnas Indonesia Sarankan PSSI Rekrut Pelatih Eropa, Ini Alasannya

Pemain Timnas Indonesia
Pemain Timnas Indonesia

 Mantan kapten Persib Bandung, Atep, menilai sudah saatnya PSSI menunjuk pelatih asal Eropa untuk memimpin skuad Garuda di periode selanjutnya.

Atep menilai, pelatih dari benua biru akan lebih mudah memahami karakter dan gaya bermain pemain Timnas yang kini banyak berasal dari klub-klub Eropa. Beberapa di antaranya bahkan lahir dan besar di Belanda, Inggris, serta Jerman.

“Mayoritas pemain Timnas sekarang kan berdarah Belanda dan bermain di Eropa. Jadi pengenalan karakter menurut saya nggak akan makan waktu lama kalau pelatihnya juga dari Eropa,” ujar Atep kepada wartawan.

“Penekanannya lebih ke gaya main. Misalnya, Jerman terkenal dengan gaya gegenpressing—itu bisa cocok buat pemain-pemain kita.”

Eks winger Persib itu menilai pelatih asal Eropa umumnya membawa pendekatan modern, disiplin, dan detail secara taktik, hal yang sangat dibutuhkan Timnas Indonesia saat ini.

“Kalau kita lihat tim-tim Eropa, permainan mereka cepat dan disiplin. Itu cocok dengan karakter pemain kita yang punya kecepatan dan semangat tinggi,” jelasnya.

“Apalagi kalau pelatihnya punya pengalaman di level klub Eropa, pasti membawa warna baru untuk Timnas.”

Dalam sejarahnya, beberapa pelatih Eropa seperti Alfred Riedl dan Simon McMenemy pernah menukangi Garuda. Meski hasilnya beragam, 

Atep menilai pengalaman tersebut bisa jadi bahan evaluasi penting bagi PSSI dalam menentukan pelatih baru yang punya visi jangka panjang.

Tak hanya bicara soal asal pelatih, Atep juga menyoroti lambannya langkah PSSI dalam menentukan pengganti Kluivert.

“Kalau menurut saya, lebih cepat lebih baik. Pelatih baru butuh waktu untuk mengenal karakter pemain dan budaya sepak bola kita,” tegasnya.

“Kalau baru ditunjuk Maret, itu terlalu mepet. Ada AFF dan agenda lain yang juga butuh persiapan.”

Menurut Atep, penunjukan pelatih bukan sekadar mencari nama besar, tapi mencari sosok yang mengerti dinamika sepak bola Indonesia dan mampu membangun pondasi permainan sejak dini.

Pernyataan Atep senada dengan banyak pengamat sepak bola Tanah Air yang berharap PSSI punya arah dan rencana jangka panjang. 

Setelah era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert yang membawa peningkatan signifikan dalam performa Garuda, publik menunggu langkah nyata federasi agar momentum itu tidak hilang.

Beberapa laporan menyebut, PSSI tengah menjalin komunikasi dengan agen-agen pelatih Eropa, termasuk dari Jerman, Portugal, dan Spanyol. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi.

“Kalau Atep benar, pelatih Eropa bisa jadi solusi tepat — bukan hanya untuk gaya bermain, tapi juga membangun mentalitas dan disiplin pemain keturunan yang sudah terbiasa dengan sistem sepak bola modern,” tulis salah satu pengamat sepak bola nasional.