Jepang Sudah Hancurkan Brasil, Jerman hingga Spanyol , Timnas Indonesia Masih Gonta-ganti Pelatih

Pemain Timnas Indonesia
Pemain Timnas Indonesia

 Ketika Timnas Jepang terus menorehkan sejarah emas dengan menumbangkan raksasa-raksasa dunia, Timnas Indonesia justru kembali disibukkan dengan drama pergantian pelatih.

Bermain di Stadion Ajinomoto, Tokyo, Selasa malam WIB 14 Oktober 2025, Samurai Biru sukses menumbangkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga uji coba internasional. Hasil ini menjadi kemenangan paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola Jepang.

Yang lebih mencengangkan, Jepang sempat tertinggal dua gol lebih dulu di babak pertama. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan disiplin taktik luar biasa, mereka bangkit dan membalikkan keadaan di babak kedua.

Kemenangan ini menegaskan bahwa Asia tak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Bukan kali ini saja Jepang mengguncang dunia. Sebelumnya, mereka membungkam Jerman dua kali 2-1 di fase grup Piala Dunia 2022 dan 4-1 dalam laga uji coba setahun kemudian.

Di ajang yang sama, Jepang juga menumbangkan Spanyol 2-1, memastikan diri sebagai tim Asia pertama yang secara konsisten menjinakkan kekuatan Eropa dan Amerika Selatan dalam tiga tahun terakhir.

Artinya, Samurai Biru kini bukan hanya wakil Asia mereka adalah simbol kedisiplinan, konsistensi, dan arah pembinaan yang jelas.

Indonesia Justru Turun Peringkat dan Ganti Pelatih Lagi

Sementara Jepang terus naik, Timnas Indonesia justru kembali merosot di ranking FIFA. Berdasarkan pembaruan yang dirilis FIFA pada Jumat, 17 Oktober 2025, skuad Garuda turun tiga peringkat ke posisi 122 dunia dengan total 1.144,73 poin.

Penurunan ini tak lepas dari dua kekalahan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, 2-3 dari Arab Saudi (9 Oktober) dan 0-1 dari Irak (13 Oktober). Kedua laga tersebut digelar di King Abdullah Sports City Stadium.

Di papan klasemen FIFA, posisi Indonesia kini diapit oleh Sierra Leone (121) dan Azerbaijan (123).

PSSI Putus Kontrak Lagi

Belum tuntas duka hasil di kualifikasi, PSSI kembali mengumumkan pemutusan kerja sama dengan tim kepelatihan Timnas Indonesia.

Keputusan itu dilakukan melalui mekanisme mutual termination atau kesepakatan bersama, dan otomatis mengakhiri tugas pelatih di semua level senior, U-23, hingga U-20.

“Penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan,” tulis pernyataan resmi PSSI.

Langkah ini menjadi kelanjutan dari keputusan mengejutkan di awal tahun, saat pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, dipecat di tengah jalan padahal Indonesia masih berpeluang besar lolos ke Piala Dunia 2026.

Kini, ketika Jepang terus menulis sejarah dengan mengalahkan Brasil, Jerman, dan Spanyol, Indonesia masih berkutat pada masalah klasik: inkonsistensi dan bongkar pasang pelatih.