Kebanggaan Banten Sumbang 6 Pemain di Timnas Padel Indonesia
Banten mengirimkan enam wakil dalam timnas padel Indonesia yang bermain di ajang FIP Asia Padel Cup 2025.
Timnas padel Indonesia saat ini sedang mengikuti turnamen internasional bertajuk FIP Asia Padel Cup 2025 di Doha, Qatar, pada 17-24 Oktober 2025.
Dua klub Banten, GOAT dan Dewa United, masing-masing menyetor tiga pemain ke timnas padel Indonesia.
Mereka adalah Adyasmaka Wibawa (putra), Novela Rezha (putri), dan Vivien Silvany (putri) dari GOAT dan Bryan Husin (putra), Sunu Wahyu Trijati (putra), dan Ni Putu Armini (putri).
Sehingga, total ada enam pemain yang berasal dari Banten. Jumlah ini berarti 30 persen dari keseluruhan skuad timnas padel Indonesia (10 putra dan 10 putri) untuk FIP Asia Padel Cup 2025 di Qatar.
Itu semua belum termasuk Okky Yonda yang mengemban jabatan pelatih kepala timnas padel Indonesia. Dia notabene berasal dari Dewa United.
Ketua Umum Pengprov PB Padel Indonesia Banten, Ardian Satya Negara, mengaku ikut senang melihat prestasi Banten sebagai penyumbang atlet terbanyak di skuat timnas Indonesia. Dia berharap Sunu Wahyu cs. bisa membawa pulang hasil yang bagus.
"Sungguh membanggakan bahwa Banten menjadi penyumbang atlet paling banyak di skuad timnas padel Indonesia. Semoga saja mereka bisa membawa pulang hasil maksimal dari Qatar," kata Ardian pada Kamis (16/10/2025).
Diketahui, timnas padel Indonesia telah bertolak ke Doha, Qatar, untuk mengikuti kejuaraan internasional perdana bertajuk FIP Asia Padel Cup 2025.
Ilustrasi olahraga padel.
Tak Ada Target Muluk-muluk
Mereka sempat menjalani TC selama tiga hari sejak Sabtu (11/10/2025) hingga Senin (13/10/2025) sebelum terbang ke Qatar pada Selasa (14/10/2025) siang.
Para pemain berkesempatan melakukan penyesuaian dengan cuaca terik khas Timur Tengah selama tiga hari sebelum turun bertanding pada Jumat (17/10/2025).
Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menilai keberangkatan timnas padel ke FIP Asia Padel Cup 2025 sebagai langkah awal dari federasi dalam upaya memopulerkan olahraga ini di Indonesia.
"Padel di Indonesia itu baru berkembang, sementara negara Asia lain ada yang sudah belasan tahun seperti Jepang dan Uni Emirat Arab," kata Galih kepada awak media di Republic Padel Simprug, Jakarta, Senin (13/10/2025).
"Sekali lagi saya tidak ingin membebani anak-anak dengan target yang muluk, tapi sejujurnya dari lubuk hati terdalam saya merasakan optimisme. Saya meyakini kami bisa melangkah jauh," "ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.