Bepe Minta Masyarakat untuk Tetap Dukung Timnas Indonesia
Kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Ronde 4 Piala Dunia 2026 Zona Asia menjadi sorotan besar di dunia sepak bola nasional.
Timnas Indonesia dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026, setelah sempat tampil mengesankan di ronde 3 Kualifikasi dengan menorehkan kemenangan-kemenangan lawan Arab Saudi, Bahrain dan China.
Kabar terkait skuad Garuda ini juga menarik perhatian Bambang Pamungkas, mantan penyerang legendaris Timnas Indonesia yang kini menjabat sebagai Direktur Olahraga Persija Jakarta.
Sosok yang akrab disapa Bepe itu memberikan pandangannya kepada awak media saat ditemui dalam sesi doorstop press conference Vidio Sport Festival yang digelar di Midaz Senayan Golf, Jakarta, pada Rabu (15/10/2025).
Tetap Dukung Timnas dan Jangan Memperkeruh Suasana
Dalam kesempatan tersebut, Bepe menegaskan bahwa kegagalan di ronde keempat ini seharusnya tidak membuat masyarakat kehilangan semangat untuk mendukung Timnas.
Pemain yang turun dalam empat kampanye Kualifikasi Piala Dunia bersama Timnas Indonesia dari 2002 sampai 2014 itu menilai, dukungan dari publik sangat dibutuhkan oleh para pemain di saat sulit seperti sekarang.
“Ini adalah waktu paling krusial bagi kita semua untuk mendukung tim nasional, karena tidak saat mereka di atas saja kita mendukung mereka, tapi di saat seperti inilah mereka sangat membutuhkan support dari kita,” ujar Bepe.
Menurutnya, kegagalan di lapangan harus disikapi dengan kepala dingin.
Ia mengingatkan bahwa komentar atau kritik yang disampaikan secara tidak bijak justru bisa memperkeruh suasana dan menambah tekanan bagi pemain maupun staf pelatih.
“Oleh karena itu, kita harus hati-hati dalam menyampaikan sesuatu karena bisa memperkeruh suasana yang terjadi,” lanjutnya.
Mengaku Dirinya Adalah "Pelaku"
Sebagai sosok yang pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia dan kini aktif di level manajemen klub, Bepe menegaskan bahwa ia tidak ingin berkomentar tanpa dasar.
Bambang Pamungkas merayakan gol dalam laga Grup D Piala Asia 2007 antara timnas Indonesia vs Bahrain di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 10 Juli 2007. Indonesia mengalahkan Bahrain 2-1. (Photo by JEWEL SAMAD / AFP)
Ia menilai, sebagai pelaku sepak bola, setiap pandangan yang diutarakan harus berbasis pada data dan fakta yang kuat.
“Saya adalah pelaku sepak bola. Saya pernah berada di sana sebagai pemain, dan saat ini saya berada di klub (Persija). Oleh karena itu, saya harus berkomentar berdasarkan data dan fakta yang dimiliki,” ucapnya.
Bepe juga menegaskan bahwa dirinya belum bisa memberikan analisis atau penilaian mendalam karena masih banyak isu yang belum jelas.
“Saya tidak bisa berkomentar sembarangan seperti orang-orang di luar sana karena saya pelaku. Jadi apa bedanya saya (pelaku) sama netizen kalau komentarnya sama-sama begitu?” katanya.
Belum Ada Dasar Kontret
Pria yang mencatatkan 87 penampilan dan 38 gol untuk Timnas Indonesia itu juga menyebut bahwa saat ini belum ada dasar konkret untuk menilai secara objektif.
Ia lebih memilih menunggu waktu yang tepat untuk menyimpulkan.
“Saat ini saya belum memiliki sesuatu yang konkret terkait dengan itu semua. Saya sangat menghormati teman-teman mantan pemain atau komentator yang memberikan komentar selama ini, karena saya meyakini bahwa mereka memiliki dasar penilaian tertentu,” tutur Bepe.
"Namun, saya belum memiliki dasar karena memang banyak sekali isu yang berkembang."
Ia menambahkan bahwa dirinya baru akan berbicara lebih banyak setelah memiliki bahan evaluasi yang jelas dan akurat.
“Saya perlu menyimpulkan dahulu sebelum saya bicara. Jadi kalau teman-teman (media) nanya ke saya satu atau dua minggu lagi, baru saya bisa jawab,” ujarnya sambil tersenyum.
Sebagai penutup, Bepe kembali menegaskan pentingnya menjaga semangat mendukung Timnas Indonesia.
Ia percaya bahwa kritik dan evaluasi tetap perlu dilakukan, tetapi harus diserahkan kepada pihak yang memang berkompeten di bidangnya.
“Saya sampaikan sekali lagi seperti di awal, kita harus tetap dukung tim nasional. Tapi untuk evaluasi, biarkan yang berkompeten yang menilai, karena hanya itu yang bisa dilakukan,” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.