Respon Pelatih Persija Usai Rizky Ridho Disalahkan di Timnas Indonesia
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, angkat bicara soal sorotan tajam yang diterima Rizky Ridho usai kegagalan Timnas Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Menurut pelatih asal Brasil itu, bek andalan Macan Kemayoran tersebut tidak pantas dijadikan kambing hitam atas hasil negatif yang diraih tim nasional.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia harus menelan dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak, yang membuat asa Garuda menuju Piala Dunia 2026 sirna.
Rizky Ridho dan Jordi Amat menjadi bagian dari skuad yang berjuang keras dalam dua laga yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City itu, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.
Mauricio Souza menegaskan bahwa Ridho dan rekan-rekannya di Timnas Indonesia sudah memberikan segalanya di lapangan.
Ia memahami betapa berat tekanan yang dihadapi para pemain ketika tampil di level internasional, apalagi di ajang sebesar kualifikasi Piala Dunia.
“Sekarang ini halaman baru untuk mereka. Saya percaya dan yakin mereka sudah lebih baik dari pertandingan di sana," jelas Mauricio.
"Kemarin mereka mendapatkan tanggung jawab yang penting untuk bermain di dua pertandingan di sana."
"Dan, sekarang mereka tidak punya lagi. Sekarang mereka hanya fokus pada target di Persija,” lanjutnya
Mauricio menilai atmosfer pertandingan internasional menuntut pemain memiliki mental baja dan profesionalisme tinggi.
Ia menegaskan, kegagalan tim tidak bisa dibebankan hanya pada satu individu.
Starting Timnas Indonesia, yang harus mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026 usai mengalami kekalahan kedua kalinya di Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, kali ini oleh Irak, Minggu (12/10/2025) di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Kesalahan adalah hal normal di sepak bola
Pelatih berusia 50 tahun itu juga menanggapi kritik publik terhadap penampilan Rizky Ridho kala menghadapi Irak.
Menurutnya, sang pemain sudah tampil maksimal dan tidak layak disebut tampil buruk.
“Saya tidak berpikir bahwa Ridho bermain buruk, dia tampil baik. Itu adalah satu situasi saja. Dalam sepak bola, siapapun bisa melakukan kesalahan. Ridho punya pengalaman dan jam terbang,” tegas Mauricio Souza.
Ia menambahkan bahwa dalam sepak bola, kesalahan bisa dilakukan siapa saja — bahkan pemain terbaik sekalipun.
Yang terpenting, menurutnya, adalah bagaimana pemain bangkit dan belajar dari momen tersebut.
Mauricio Souza juga meminta publik untuk melihat kegagalan Timnas Indonesia sebagai hasil kolektif, bukan kesalahan personal.
Baginya, setiap pemain memiliki tanggung jawab dan kontribusi yang sama dalam permainan tim.
“Saya tidak berpikir bahwa kekalahan timnas itu akibat satu pemain saja, tapi semua pemain terlibat. Jadi, semuanya punya tanggung jawab. Saya tidak meragukan permainan Ridho karena saya tahu dia bermain luar biasa,” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.