Jejak Karier Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua LPS yang Jadikan 2 Olahraga Ini Filosofi Hidup
Presidrn prabowo resmi melantik jajaran petinggi baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada awal Oktober lalu. Salah satunya Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution.
Karier Farid di dunia keuangan terentang luas dan dalam baik di pemerintahan maupun di sektor swasta. Salah satu perjalanan kariernya adalah jabatan sebagai Direktur Keuangan dan Investasi di PT Asuransi Jiwasraya (2020–2021), lalu melanjutkan kiprahnya di IFG Life (2021–2022).
Namanya juga tercatat sebagai salah satu anggota tim perumus solusi restrukturisasi polis Jiwasraya—pengalaman yang menjadi bekal penting saat LPS mulai mengemban mandat baru yaitu penjaminan polis asuransi.
Sebelum menduduki kursi Wakil Ketua DK LPS, Farid juga pernah menjadi Anggota Badan Supervisi LPS. Ia memahami industri jasa keuangan dari dua sisi: regulator dan pelaku. Kombinasi ini menjadikannya figur yang mampu menjembatani kebijakan dengan kondisi pasar, serta merancang solusi yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga relevan dengan realita di lapangan.
Tantangan besar kini menanti. Implementasi penjaminan polis asuransi bukan sekadar perluasan mandat. Tetapi sebuah kepercayaan publik yang wajib dijalankan sebaik-baiknya sebagaimana tertuang pada amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang disahkan pada 2023 lalu.
Wakil Ketua LPS Farid Azhar Nasution.
Sebab, membutuhkan fondasi regulasi yang kokoh, penguatan kapasitas SDM dan organisasi, serta komunikasi publik yang transparan. Farid, dengan segudang pengalamannya, berada di posisi strategis untuk menjembatani transisi ini. Ia memahami kompleksitas industri asuransi dari dalam, sekaligus memiliki perspektif kebijakan yang luas.
Di tengah dinamika pasar dan ekspektasi masyarakat, Farid diharapkan mampu memastikan bahwa penjaminan polis bukan hanya perlindungan finansial, tetapi juga simbol kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.
Di balik jabatan strategis sebagai menyimpan sisi lain yang jarang tersorot. Di sela kesibukannya meramu kebijakan di sektor keuangan, Farid tetap menyempatkan diri untuk menekuni dua hobi yang ia cintai yakni bermain tenis dan bersepeda di jalur-jalur menantang.
Bagi Farid, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari filosofi hidup. Tenis dan bersepeda telah menjadi rutinitas yang membentuk karakter, disiplin, fokus, dan daya tahan.
“Di lapangan tenis, kita belajar membaca arah angin, mengatur ritme, dan tetap tenang di bawah tekanan. Sama seperti di ruang rapat,” ujarnya dikutip Rabu, 15 Oktober 2025.
Bagi Farid, olahraga adalah cerminan dari cara ia menghadapi tantangan: dengan strategi, ketenangan, dan ketekunan. Dia tahu bahwa ketahanan, strategi, dan ketenangan adalah kunci, baik di lapangan maupun di ruang rapat.