Membangun Ekosistem Olahraga Nasional Lewat Filosofi Jawara
Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat semakin meningkat. Melihat tren positif itu, Datra Internusa melangkah lebih jauh dengan menghadirkan Datra Sports, lini baru yang fokus membangun ekosistem olahraga nasional.
Peluncuran Datra Sports dilakukan di ajang Indonesia Sport Facility Expo (ISFEX) 2025 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang. Dalam pameran tersebut, Datra menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur olahraga, tapi juga menghadirkan produk-produk lokal berstandar internasional.
“Kami telah mendukung ribuan proyek di berbagai daerah, mulai dari lapangan sekolah hingga proyek strategis nasional,” ujar Benson Kawengian, Owner dan CEO PT Datra Internusa.
“Kini kami ingin melangkah lebih jauh. Datra Sports adalah cara kami memastikan Indonesia tidak hanya membangun tempat olahraga, tetapi juga membuat produknya sendiri,” lanjutnya.
Datra memang bukan pemain baru di dunia olahraga. Nama mereka sudah melekat pada proyek-proyek besar seperti Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium. Semua itu dibangun dengan filosofi JAWARA — singkatan dari Juang, Akhlak, Wadah, Akrab, Rancang, dan Asa — yang menjadi identitas perusahaan selama lebih dari empat dekade.
“Datra itu pengalamannya luar biasa. Sejak Asian Games, semua venue besar ditangani Datra. Urusan fasilitas olahraga, tidak perlu bingung lagi, cukup Datra,” ungkap Zacky Badrudin, Venue Manager FIBA World Cup 2023 sekaligus perwakilan Komite Olimpiade Indonesia.
Dukungan juga datang dari komunitas olahraga baru seperti Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI). Wakil Ketua Umum PBPI, Mochtar Sarman, menilai langkah Datra Sports sebagai upaya penting untuk kemandirian industri olahraga nasional.
“Kami akan terus mendukung brand dan produk lokal seperti Datra Sports. Harapannya, Indonesia tak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga bisa mengekspor produk ke luar negeri,” ujarnya.
Dengan kehadiran Datra Sports, Datra Internusa berharap bisa memperkuat rantai industri olahraga nasional — dari pembangunan fasilitas hingga produksi perlengkapan olahraga — agar Indonesia benar-benar mandiri dan berdaya di rumah sendiri.