Berkaca dari Kasus Kepsek Tampar Murid, Ini 5 Alasan Orangtua Bela Anak yang Salah

anak berbuat salah, anak ditegur guru, Kepsek tampar murid, anak ditegur di sekolah, orangtua bela anak, orangtua membela anak, anak dimarahi guru, Berkaca dari Kasus Kepsek Tampar Murid, Ini 5 Alasan Orangtua Bela Anak yang Salah, 1. Tidak mendidik anak dengan tepat, 2. Kurang memahami aturan di sekolah, 3. Pola asuh yang tidak konsisten, 4. Faktor kasih sayang, 5. Ego dan reputasi orangtua “terganggu”

Orangtua murid kelas XII di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, bernama Tri Indah Alesti melaporkan Kepala SMAN 1 Cimarga Dini Fitria, karena diduga menampar anaknya, ILP (17).

Dini diduga memukul ILP karena berbohong saat ditegur bahwa dirinya ketahuan merokok di sekitar area sekolah, Jumat (10/10/2025).

Laporan yang dibuat di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebak pada hari yang sama ini, dicabut pada Kamis (16/10/2025), setelah menuai reaksi negatif dan komentar bahwa sang ibu membela anaknya yang salah.

Kasus ini membuat banyak warganet bertanya-tanya, mengapa ada orangtua yang membela anaknya? Padahal anaknya berbuat salah karena melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.

Kenapa orangtua tetap membela anaknya meski salah?

1. Tidak mendidik anak dengan tepat

anak berbuat salah, anak ditegur guru, Kepsek tampar murid, anak ditegur di sekolah, orangtua bela anak, orangtua membela anak, anak dimarahi guru, Berkaca dari Kasus Kepsek Tampar Murid, Ini 5 Alasan Orangtua Bela Anak yang Salah, 1. Tidak mendidik anak dengan tepat, 2. Kurang memahami aturan di sekolah, 3. Pola asuh yang tidak konsisten, 4. Faktor kasih sayang, 5. Ego dan reputasi orangtua “terganggu”

Dari rasa sayang berlebihan hingga ego dan reputasi, inilah beberapa alasan mengapa sebagian orangtua membela anak meski salah menurut psikolog.

Psikolog klinis anak dan remaja di Klinik Sajiva RSKJ Dharmawangsa, Mira Damayanti Amir, S.Psi., mengatakan bahwa orangtua yang membela anaknya, padahal telah melakukan kesalahan, bukanlah tanda kasih sayang.

“Saya enggak setuju dikatakan kasih sayang. Mereka sesederhana tidak mengerti cara mendidik anak seperti apa,” ucap Mira saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/10/2025).

Menurut Mira, banyak orangtua yang kurang memahami esensi dalam mendidik anak. Ayah dan ibu sudah sepatutnya mengajarkan mana yang salah dan benar, serta mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

2. Kurang memahami aturan di sekolah

Inilah mengapa orangtua harus memahami aturan sebuah sekolah sebelum “menitipkan” anak mereka di institusi pendidikan tersebut.

Dengan memahami peraturan yang ada, orangtua bisa membantu anak untuk turut memahaminya, sekaligus memahami konsekuensi yang bakal terjadi jika mereka melanggar aturan tersebut.

3. Pola asuh yang tidak konsisten

anak berbuat salah, anak ditegur guru, Kepsek tampar murid, anak ditegur di sekolah, orangtua bela anak, orangtua membela anak, anak dimarahi guru, Berkaca dari Kasus Kepsek Tampar Murid, Ini 5 Alasan Orangtua Bela Anak yang Salah, 1. Tidak mendidik anak dengan tepat, 2. Kurang memahami aturan di sekolah, 3. Pola asuh yang tidak konsisten, 4. Faktor kasih sayang, 5. Ego dan reputasi orangtua “terganggu”

Dari rasa sayang berlebihan hingga ego dan reputasi, inilah beberapa alasan mengapa sebagian orangtua membela anak meski salah menurut psikolog.

Konsistensi dalam pola asuh juga penting, terutama saat mengajarkan anak untuk mematuhi aturan yang ada. Misalnya adalah soal mencontek di sekolah.

Orangtua memahami bahwa sekolah melarang para murid untuk mencontek sebagai cara untuk mengajarkan anak bertanggung jawab dengan jawabannya dalam mengerjakan tugas.

Kendati demikian, terkadang antara ayah dan ibu tidak konsisten dalam menerapkan pemahaman tersebut. Misalnya adalah ayah yang membolehkan anak mencontek, sedangkan ibu melarangnya.

“Misalnya mencontek ‘yang penting enggak ketahuan’ atau ‘yang penting nilainya bagus’. Nanti pas anaknya gede jadi ‘enggak apa-apa kamu korupsi, yang penting kita kaya’ atau ‘yang penting tetangga lihat uang kita banyak, anak papa atau mama sukses’. Padahal itu dari uang korupsi,” tutur Mira.

4. Faktor kasih sayang

anak berbuat salah, anak ditegur guru, Kepsek tampar murid, anak ditegur di sekolah, orangtua bela anak, orangtua membela anak, anak dimarahi guru, Berkaca dari Kasus Kepsek Tampar Murid, Ini 5 Alasan Orangtua Bela Anak yang Salah, 1. Tidak mendidik anak dengan tepat, 2. Kurang memahami aturan di sekolah, 3. Pola asuh yang tidak konsisten, 4. Faktor kasih sayang, 5. Ego dan reputasi orangtua “terganggu”

Dari rasa sayang berlebihan hingga ego dan reputasi, inilah beberapa alasan mengapa sebagian orangtua membela anak meski salah menurut psikolog.

Di sisi lain, psikolog klinis sekaligus pendiri lembaga Personal Growth, Ratih Ibrahim, M.Psi., mengatakan bahwa orangtua membela anaknya yang salah karena faktor sayang.

“Ada sih orangtua yang cenderung membela anaknya ketika berbuat salah karena sayang sama anaknya,” kata Ratih saat dihubungi pada Sabtu (18/1/2025).

Padahal, menunjukkan kasih sayang pada anak bisa dengan cara yang lebih tepat, seperti mengajarkan anak untuk menghormati aturan yang ditegakkan pihak sekolah.

Dengan demikian, ketika anak ditegur dan orangtua dipanggil ke sekolah, orangtua harus datang dengan kerendahan hati dan pikiran yang terbuka.

“Kita perlu juga tanya sama anak tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Anak mungkin tidak menjawab secara jujur, mungkin juga memberikan penjelasan menurut versinya, dan itu enggak apa-apa, dengerin saja,” kata Ratih.

Untuk itu, orangtua perlu datang ke sekolah untuk mendapatkan versi penjelasan dari pihak sekolah.

Apabila anak terbukti berbuat salah dan melanggar aturan, tunjukkan itikad baik dengan membantu dan menemani anak menerima konsekuensinya.

“Dan orangtua juga menimbang apakah konsekuensi yang diberlakukan oleh sekolah untuk anak masuk akal atau tidak,” terang Ratih.

5. Ego dan reputasi orangtua “terganggu”

Selanjutnya adalah ego dan reputasi orangtua yang “terganggu”.

Ketika anak berbuat salah dengan melanggar aturan, orang-orang bakal mengecap ayah dan ibunya sebagai orangtua yang gagal dalam mendidik anak.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.